Beranda Ekonomi Ade Yasin : Samisade Itu Konsepnya Desa Membangun Bukan Membangun Desa

Ade Yasin : Samisade Itu Konsepnya Desa Membangun Bukan Membangun Desa

620

Jakarta, Mediasakti.id – Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan program Satu Milyar Satu Desa (Samisade) itu konsepnya desa membangun bukan membangun desa. Hal tersebut dikatakannya pada program program Indonesia Forward, CNN Indonesia yang disiarkan secara live, Kamis (18/11/2021). Dalam program tersebut hadir juga Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar.

Bupati Bogor, Ade Yasin menjelaskan, dengan Samisade, bagaimana caranya kita menyelesaikan persoalan infrastruktur di desa. Karena ketika kita lihat, masih ada jalan yang susah dilalui oleh manusia, apalagi oleh kendaraan, sehingga munculah ide kami dan termasuk visi misi kami, yaitu bagaimana desa membangun. Desa yang membangun, jadi bukan membangun desa, tapi desa yang membangun. Artinya desa ini harus bisa membangun desanya.

“Samisade ini dilaksanakannya harus dengan perencanaan desa. Artinya ada musyawarah desa terlebih dahulu. Dalam musyawarah desa itu, kepala desa melibatkan tokoh masyarakat, RT, RW, jadi mereka mengetahui kebutuhannya mana yang harus dibangun,” ungkap Ade Yasin.

Ade melanjutkan, setelah melalui Musdes, lalu direncanakan seperti penganggaran, dan dari situ perencanaan. Perencanaan ini juga kita libatkan UPT dari dinas terkait seperti PUPR, karena yang tahu dan bisa menghitung itu adalah dari dinas teknis. Jadi dibantu oleh dinas teknis untuk menghitung kebutuhan biaya atau anggaran berapa yang dibutuhkan untuk membangun satu jalan.

“Pembangunannya rata-rata untuk infrastruktur, tetapi tidak hanya jalan, bisa untuk irigasi, bisa untuk TPT, bisa untuk MCK. Bahkan untuk menara seluler di daerah yang masih blank spot, ini juga boleh, penting karena memang sekarang jamannya digitalisasi. Jadi setelah perencanaan itu nanti ada inventarisasi lagi dan diteliti lagi, apakah sudah sesuai atau belum,” kata Ade.

Jadi, tutur Ade, misalkan satu milyar yang diajukan, tetapi berdasarkan perhitungan teknis ternyata kurang dari satu milyar, misalkan hanya butuh 700 juta, berarti 700 juta yang dianggarkan di desa tersebut. Jadi tidak melulu harus satu milyar, namun maksimal angkanya adalah satu milyar.

Berikutnya, terang Ade, proses pembangunannya karena ini juga masa pandemi, termasuk juga dalam rangka pemulihan ekonomi, jadi pengerjaannya ini padat karya. Melibatkan masyarakat desa, yang kehilangan pekerjaan, warga miskin, dan kriterianya adalah mereka diluar penerima BLT, PKH, dan program-program pemerintah lainnya. Jadi biar merata merasakannya, warga sendiri yang ikut membangun.

“Alhamdulillah, sejauh ini kendalanya tidak ada, karena tadi, ini kan harus dikelola transparan, anggaran upah kerja bagi masyarakat yang terlibat juga harus terlihat dalam RAB, sehingga transparansi ini yang harus masyarakat semua tahu, jadi tidak ada yang ngutak-ngatik dan protes karena memang semua serba transparan,” terang Ade.

Ade mengungkapkan,  kami memberikan stimulus satu milyar satu desa. Jadi kalau kita hitung ada 416 desa, berarti kita harus siapkan 416 milyar. Anggaran tersebut cukup besar, kami berkoordinasi dengan semua pihak termasuk Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), dengan dinas-dinas terkait, kalau memang ada anggaran yang harus dikorbankan menyelesaikan masalah infrastruktur desa. Kita harus punya komitmen bersama untuk desa. Jadi ada anggaran yang berlebih dalam satu dinas misalkan, ini terus terang saja ya banyak yang kita pangkas, harus dipangkas demi menyukseskan program Samisade dan menyelesaikan permasalahan infrastruktur desa.

Menutup perbincangan, Ade Yasin menegaskan, tidak ada yang boleh disembunyikan dalam program Samisade. Program ini harus dinikmati oleh masyarakat, bikin bahagia semua masyarakat. Infrastruktur terbangun, mereka juga dapat penghasilan, pemberdayaan ekonomi masuk, sektor riil juga kan lebih maju kedepannya.

Jurnalis : Jon Piter/Red

Terima kasih telah membaca Mediasakti.id
Dapatkan Informasi, Inspirasi dan Insight di email kamu.

Daftarkan email