Home Regional Bandung Raya Raden D Darmita Atmaja Permas Tokoh Nagreg Pendiri Padepokan Gagak Lumayung

Raden D Darmita Atmaja Permas Tokoh Nagreg Pendiri Padepokan Gagak Lumayung

1340
0

Kabupaten Bandung, Mediasakti.id,- Kawargian ( Keluarga-red ) D Darmita Atmaja Permas sekaligus salah satu Pendiri Gagak Lumayung mengadakan pagelaran seni budaya jaipong dan pencak silat gagak lumayung dengan tema “Dina Raung Mapag Pabaru Masehi 2022,(31/12/2021).

Dina raraga mapag pabaru Masehi 2022 atau menyambut tahun baru, padepokan lamping. Pembebasan adakan silaturahmi antar paguron pencak silat yang dilaksanakan dikampung cibeneur tepatnya didesa Ganjar sabar kec.nagreg kab bandung.

Selain itu, acara diselenggarakan untuk mengangkat kembali jati diri seni budaya Sunda khususnya jaipong dan pencak silat,

Acara ini juga dihadiri oleh beberapa padepokan Bandung Raya yang ikut berpartisipasi untuk memeriahkan pagelaran.

Seni pencak silat ini diantaranya;
1.padepokan lamping pabeasan. 2.gema panghatur putra 3.putra gagak lumayung. 4.galantang setra. 5.bagas Pati giri pusaka. 6.giri lawung. 7.giri pusaka putra mekar. 8.wirayuda karaton Sumedang larang. 9.cakra buana. 10.putu Pasundan. 11.curug rendeng Subang.

12.dangiang Budi wirahma raksa putra. 13.gelar Budi wirahma putra sajati. 14.dangiang putra Sancang.15. Hubul wagon.16. Putra Wiwaha sagatan. 17. Putra medal. 18. Putra mekar.19. Jawara. 20. Tridaya muda. 21. Cipta rasa. 22. Pijatan. 23. Putra mekar 2. 24. Sakaruhun. 25. Landas bina tahurajuanda. 26.bandung nangtungan. 27.raksa bumi sunda.

Mulya wibawa sebagai ketua padepokan lamping pabeasan kepada Mediasakti.id menuturkan,”Acara ini menampilkan seni budaya jaipong dan pencak silat yang di iringi kendang pencak ciri khas budaya Sunda.Alunan terompet yang diiringi kendang pencak saling bersahutan,untuk memeriahkan acara,” tuturnya

Padepokan pencak silat gagak lumayung ini didirikan sejak tahun 1955 oleh 5 tokoh daerah dan disetujui oleh pemerintahan untuk menjaga keamanan daerah.Salah satunya D Darmita Atmaja sebagai pendiri, tidak lain adalah bapa saya sendiri,” ungkapnya.

Pada akhir perbincangan dengan Mediasakti.id, Ia mengatakan,”Mudah-mudahan generasi selanjutnya bisa menjaga tradisi ini sampai anak cucu untuk dijadikan harta kebudayaan seni budaya Sunda,”pungkasnya. Jurnalis : Pian Sopian / Edit : Muller Munthe.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here