Beranda Kesehatan Hj.Hani Budiman : Untuk Kurangi Angka Tinggi Stunting di Garut Pemerintah dan...

Hj.Hani Budiman : Untuk Kurangi Angka Tinggi Stunting di Garut Pemerintah dan Masyarakat Perlu Kerja Sama

598

Kabupaten Garut, Mediasakti.id,- “Angka Stunting di Kabupaten Garut cukup tinggi, bahkan jadi peringkat ke 3 di wilayah Jawa barat. Untuk mengurangi tingginya angka tersebut harus ada kerja sama Pemerintah dan masyarakat sebagai mitra,” Demikian dikatakan Wakil ketua TP – PKK Kabupaten Garut Hj.Hani Budiman kepada wartawan. Minggu (20/3/2022).

“Laporan dari Kabupaten bahwa dari pusat itu cukup tinggi dan termasuk yang tertinggi. Mungkin di Jawa Barat ini tertinggi, dan kalau gak salah berada diposisi ke 3 “, ungkapnya

“Nah hal ini membutuhkan aksi dari semua pihak. Ini perlu intervensi, saya pikir perbedaan angka ini harus ditelusuri. Apakah betul cara pengukurannya, harus betul cara mendiagnosa nya. Ini yang sering terlewat”, paparnya.

“Kata Hani, seperti halnya cara mengukur panjang badan dan tinggi badan. Kemudian yang kedua cara mendiagnosa bagaimana mendapatkan diagnosa stunting itu. Ketika mendapatkan panjang badan dan tinggi badan dengan dibandingkan usia,”

“Ketiga, yang penting adalah intervensi.Sebelum intervensi harus betul dulu penilaiannya. Kalau misalnya kita intervensi terus penilaiannya salah, tentu saja nanti aksinya juga salah, dan intervensi ini harus dilakukan juga di lapangan, faktornya apa? Apakah karena faktor inteknya yang kurang atau faktor pola asuhnya yang kurang, atau juga karena kebersihan lingkungannya, nah ini juga harus dinilai”. ungkapnya

“Jadi memang harus ada rembuk Stanting di tingkat RT, RW, Desa Sampai ditingkat kabupaten, dan ini harus usaha bersama jangan masing-masing. Jangan sampai satu dinas dengan dinas lain tidak bareng, atau kalau di tingkat desa misalnya, kemitraannya tidak berjalan maka, itu akan menjadikan program yang menghabiskan dana atau anggaran yang cukup besar ini tidak efektif”

Lebih lanjut Hani menjelaskan,kalau tim penggerak PKK adalah menggerakan kader PKK yaitu kader posyandu, kader PKK di tingkat kecamatan, Desa, sampai ke tingkat dasawisma itu kita gerakan.

Bagaimana mereka memahami stunting itu sendiri harus diberikan pemahaman dulu, ketika sudah paham barulah mereka menilai dilapangan, berapa jumlah sebenarnya dari stanting ini. Kemudian juga mereka harus bersama-sama dengan kemitraan di Desa ya harus sama-sama membuat rembuk Stanting. Sehingga strateginya tepat, intervensinya tepat”, jelasnya.

Kalau mengenai data Vix itu sudah ada tapi saya sendiri dilapangan masih ada ketidak sesuaian dari cara pengukuran, dari cara mendiagnosa, itu saya sering tekankan, dan terus menyampaikannya baik kepada para kader agar betul – betul melakukan penilaian yang benar maupun kepada pemerintah, kepada dinas kesehatan, Bapeda sudah menyampaikan tolong ini dibetulkan cara penilaiannya,” tegas Hani.

Hani berharap,”Tim penggerak PKK terus berupaya sebagai mitra pemerintah
untuk menuntaskan stanting, baik ketika mendiagnosanya bersama – sama dengan mitra, petugas gizi, juga petugas dari Puskesmas juga ketika melakukan intervensi, harus ada ketika musrenbang tingkat Desa atau ditingkat Kecamatan itu harus berpartisipasi secara aktiv”. harapnya (red@03).