Kab Tasikmalaya, Mediasakti.id,- (12/06/2022).Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya, membangun Rumah Dinas (Pendopo Baru) untuk Bupati, bukan tidak mungkin telah menghabiskan dana anggaran milyaran rupiah, namun sayang hanya ditempati oleh orang nomor satu itu, sesekali saja ketika ada jadwal tentative yang padat, sehingga tak bermanfaat dengan kata lain mubazir.
Pembangunan Rumah Dinas ini dibangun diatas tanah seluas kurang lebih satu hektar, dikelilingi satu gedung pertemuan yang diperuntukan untuk kegiatan dinas dilingkungan Pemkab serta kegiatan lainnya.
Seperti satu gedung pertemuan untuk para Pejabat yang datang dari Pusat Dan Provinsi, satu ruangan tempat memasak ( dapur ) yang luas, 6 kamar mandi dan cuci hampir sama dengan luas rumah type 45.
Mushola yang bisa dipakai untuk 30 orang beribadah shalat, garasi cukup untuk 5 kendaraan, lapangan tennis, kolam ikan yang sangat luas, 2 pos penjaga untuk petugas Polisi Pamong Praja (SATPOL PP) serta tempat santai Bupati dan keluarga bila tak ada jadwal kegiatan tentativenya.
Bisa dibayangkan bila dibiarkan terus menerus, apa jadinya, sulit dipercaya, yang jelas ketika melihat – lihat tempat ini, lapangan tennis bisa cepat rusak bila tak terurus, begitu juga instalasi listrik untuk penerangan rumah dan lampu hanya hiasan pemanis.
Petugas kebersihan (OB) untuk mengurusi kawasan rumah dinas berjumlah 5 orang, saking luasnya.
Barangkali bisa dibilang ” Sepertinya tidak ada perencanaan yang matang dalam membangun kawasan ini, hanya terkesan ingin memperlihatkan kepada masyarakat luas yang ada diwilayah setempat dan luar untuk mengatakan, sungguh mewah Rumah Dinas Bupati.
Padahal bila dibaca kembali Motto Kabupaten Tasikmalaya yang religious Islami, paling bertolak belakang bisa dikatakan ” Takabur ” kalau hanya ingin dapat pujian saja.
Menurut warga sekitar yang sering lewat dan sengaja datang untuk berselfy ria di sekitar Komplek RUMDIS, geleng-geleng kepala! Keheranan, mengapa dahulu Pemda membangun Rumah Dinas Bupati tak usah terlalu luas dan mewah, yang penting kenyamanan orang nomor satu di Pemkab setempat terjamin dan terjaga sudah cukup, ujarnya.
Yang jelas menurut warga masyarakat, berdiri sama tinggi duduk sama rendah, saling tenggang rasa dan berjiwa sepenanggungan, meskipun keadaan berbeda dengan apa yang dimiliki masyarakat secara keseluruhan, berkilah.
(Penulis)
Iwan Singadinata























