Beranda Kesehatan CKG Puskesmas Sindangkasih Capai 4.000 Peserta, Angka Stunting Turun Jadi 4 Persen

CKG Puskesmas Sindangkasih Capai 4.000 Peserta, Angka Stunting Turun Jadi 4 Persen

703

Ciamis, Mediasakti.id ,-

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digulirkan Puskesmas Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, terus menunjukkan hasil positif meski baru berjalan dalam dua bulan terakhir. Kepala Puskesmas Sindangkasih, Asep Setiawan, menyebutkan bahwa dari total target sekitar 50 ribu orang di sembilan desa, hingga kini sudah tercapai 4 ribu orang yang memanfaatkan layanan kesehatan tersebut.

“Alhamdulillah sekarang sudah mencapai 3 ribu sampai 4 ribu orang. Padahal program baru dioptimalkan dua bulan, namun capaian ini sudah cukup bagus,” ujar Asep. Kamis, 18/9/2025

CKG yang dilaksanakan menyasar masyarakat umum maupun anak sekolah dengan mekanisme pemeriksaan berbeda. Untuk masyarakat umum, pemeriksaan dilakukan berdasarkan hasil screening awal. Bila ditemukan indikasi tertentu, maka dilanjutkan dengan pemeriksaan sesuai prosedur medis.

“Misalnya bila ditemukan hipertensi, pasien perlu melakukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut. Tetapi yang utama tetap pemeriksaan dari kepala sampai kaki, meliputi pendengaran, penglihatan, dan kesehatan gigi,” jelasnya.

Untuk anak sekolah, pemeriksaan juga difokuskan pada aspek dasar seperti pendengaran, penglihatan, serta kesehatan gigi. Asep menambahkan, cakupan pemeriksaan anak sekolah tingkat SD sudah mencapai 100 persen, sedangkan SMP masih dalam proses dan SMA menyusul.

Meski demikian, Asep menyadari bahwa masih ada tantangan untuk mencapai target 50 ribu orang. Menurutnya, budaya masyarakat yang cenderung takut diperiksa menjadi hambatan tersendiri.

“Rata-rata masyarakat merasa takut diperiksa, takut ketahuan penyakitnya. Padahal lebih baik ketahuan sejak dini daripada baru tahu saat sudah parah,” tegasnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Puskesmas Sindangkasih gencar melakukan sosialisasi melalui berbagai cara, seperti melibatkan tokoh masyarakat, pengajian, rapat koordinasi kepala desa, hingga memasang banner di tiap desa. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat untuk memanfaatkan layanan CKG.

Selain CKG, Puskesmas Sindangkasih juga memberi perhatian pada penanganan Tuberkulosis (TBC). Dari target sekitar 900 orang yang harus menjalani screening TBC, hampir seluruhnya sudah terpenuhi. Menurut Asep, saat ini jumlah pasien yang berobat aktif terus meningkat.

“Kalau dulu penderita TBC merasa malu atau enggan berobat, sekarang kesadaran semakin tinggi. Hal ini berkat kerja sama kader dan stakeholder yang sudah bersatu. Bahkan di tiap desa sudah dibentuk desa siaga TBC dengan kader aktif,” paparnya.

Kabar menggembirakan juga datang dari upaya penurunan stunting. Berdasarkan hasil penimbangan pada Agustus lalu, angka stunting di wilayah kerja Puskesmas Sindangkasih berhasil turun dari 6 persen menjadi 4 persen.

Asep menilai keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama lintas sektor, termasuk pemerintah desa dan kader kesehatan. “Alhamdulillah hasilnya mulai terlihat, angka stunting menurun. Ini berkat kerja bersama semua pihak,” katanya.

Melalui program CKG, penanganan TBC, dan upaya penurunan stunting, Puskesmas Sindangkasih berharap kesadaran masyarakat akan kesehatan semakin meningkat. Asep menegaskan, deteksi dini dan kepedulian kesehatan merupakan kunci agar masyarakat terhindar dari penyakit serius.

“Harapan kami, masyarakat tidak lagi takut memeriksakan diri. Semakin cepat diketahui, semakin mudah ditangani. Budaya takut periksa harus berubah menjadi budaya sadar kesehatan,” pungkasnya. ( Dods ).