Ciamis , Mediasakti.id ,–
Isu kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan kembali menjadi perhatian serius dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar oleh Keluarga Besar Persatuan Islam Kabupaten Ciamis. Ketua pelaksana Musda, Nurjaman, menegaskan bahwa persoalan sosial seperti pergaulan bebas, kekerasan perempuan, hingga pelecehan seksual membutuhkan keterlibatan aktif dari semua pihak, termasuk ormas Islam.
Dalam keterangannya, Nurjaman menyebutkan bahwa pihaknya sebelumnya telah beraudiensi dengan Bupati Ciamis. Dalam kesempatan tersebut, Bupati menitipkan pesan khusus kepada seluruh ormas Islam agar turut serta membantu pemerintah dalam mengatasi berbagai penyakit masyarakat.
“Alhamdulillah kita sudah beraudiensi dengan Bapak Bupati. Beliau sangat menitipkan agar ormas-ormas Islam, termasuk Persis, bisa berperan dalam membenahi persoalan sosial di masyarakat. Kaitan dengan kekerasan perempuan, pergaulan bebas, sampai pelecehan seksual, beliau sangat meminta bantuan kita semua,” ungkap Nurjaman. Minggu, 21/9/2025
Lebih jauh, ia menambahkan bahwa Bupati Ciamis berharap seluruh organisasi Islam dapat menjadi garda terdepan dalam membangun budaya masyarakat yang sehat, religius, serta menjaga marwah daerah. “Beliau ingin agar Ciamis tidak tercoreng oleh hal-hal negatif di mata masyarakat luas. Karena itu, peran ormas sangat strategis,” jelasnya.
Nurjaman juga menyinggung partisipasi Persatuan Islam (Persis) yang hadir dalam deklarasi damai bersama pemerintah daerah. Menurutnya, meski dirinya secara pribadi berhalangan hadir, perwakilan Persis tetap ikut serta sebagai bentuk komitmen menjaga kondusivitas dan nilai moral di tengah masyarakat.
“Untuk Persis sendiri kemarin pas deklarasi damai ada perwakilan yang hadir. Kalau saya pribadi memang tidak bisa hadir, tapi Insya Allah kami tetap mendukung penuh agenda yang membawa kebaikan bagi masyarakat,” kata Nurjaman.
Ia menekankan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan pelecehan seksual tidak boleh dipandang sebagai persoalan individu semata, melainkan masalah bersama yang perlu dihadapi secara kolektif. Dengan basis massa yang luas, ormas Islam dinilai dapat mengambil peran penting dalam edukasi, pencegahan, serta pendampingan korban.
Musda ini diharapkan tidak hanya menghasilkan keputusan internal organisasi, tetapi juga melahirkan langkah konkret dalam menyikapi persoalan sosial di Kabupaten Ciamis. Melalui kolaborasi antara pemerintah, ormas, dan masyarakat, diharapkan Ciamis mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman, bermartabat, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun pelecehan seksual. Pungkasnya. ( Dods ).























