Ciamis , Mediasakti.id ,-
Dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional 2025 sekaligus menggelar Gebyar UMKM Desa Gegempalan, ribuan warga Desa Gegempalan, Kecamatan Cikoneng, tumpah ruah memadati Lapang Garempai, Senin (20/10/2025).
Kegiatan ini menjadi momentum kolaborasi antara program kerja Pemerintah Desa Gegempalan yang didanai oleh Dana Desa, dengan partisipasi swadaya masyarakat dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional.
Kepala Desa Gegempalan, Wawan Munawar, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara ekonomi kerakyatan dan nilai-nilai keagamaan yang hidup di tengah masyarakat.
“Gebyar UMKM ini merupakan program kerja desa yang dananya bersumber dari Dana Desa. Kebetulan waktunya berdekatan dengan peringatan Hari Santri Nasional, maka kami berinisiatif menggabungkan kedua kegiatan ini agar lebih bermakna dan semarak,” ungkap Wawan.
Acara pembukaan dilaksanakan pada pagi hari dengan antusiasme tinggi dari warga. Malam harinya digelar lomba kosidah rebana yang diikuti oleh peserta dari seluruh wilayah Kecamatan Cikoneng.
Selanjutnya, pada Selasa (21/10/2025) diagendakan musyawarah para santri se-Desa Gegempalan untuk merencanakan kegiatan Hari Santri tahun 2026. Kemudian pada malam Rabu akan digelar Ruidotul Hasanah, yaitu pertemuan antara para ulama, tokoh masyarakat, dan santri di wilayah Desa Gegempalan.
Puncak kegiatan akan dilaksanakan pada Rabu (22/10/2025) dengan upacara Hari Santri Nasional di Lapang Garempai.
Menurut Wawan, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Lebih dari seribu pengunjung memadati area kegiatan dan mengunjungi puluhan stand UMKM yang menampilkan beragam produk lokal.
“Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias. Stand-stand UMKM ramai dikunjungi dan mendapat apresiasi positif. Bahkan banyak warga yang mengusulkan agar kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda tahunan desa,” ujarnya.
Wawan menambahkan, pihak pemerintah desa akan menampung aspirasi tersebut dan berkomitmen menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda tetap setiap tahun.
“Harapan kami, melalui Gebyar UMKM ini muncul semangat dan partisipasi masyarakat untuk mengolah potensi lokal, mengembangkan lahan produktif, dan menumbuhkan kembali motivasi pelaku usaha di Desa Gegempalan,” pungkasnya. ( Dods ).























