Beranda Regional Priangan Timur SPPG Ciamis–Panyingkiran Tegaskan Kesiapan Operasional, Relawan Wajib Lulus Pemeriksaan Kesehatan

SPPG Ciamis–Panyingkiran Tegaskan Kesiapan Operasional, Relawan Wajib Lulus Pemeriksaan Kesehatan

99

Ciamis, Mediasakti.id ,-

Menjelang dimulainya kembali operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), SPPG Ciamis–Panyingkiran menegaskan kesiapan penuh seluruh unsur pelaksana melalui pemeriksaan kesehatan menyeluruh bagi relawan dan staf, serta sterilisasi total area dapur. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memastikan pelaksanaan program berjalan aman, tertib, dan sepenuhnya sesuai standar yang ditetapkan. Selasa (7/1/2026).

Owner SPPG Ciamis–Panyingkiran, Robi Tamzil, menegaskan bahwa seluruh tahapan persiapan dilaksanakan dengan mengacu pada Surat Edaran Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 1 Tahun 2026 tertanggal 2 Januari 2026, yang menginstruksikan operasional dapur SPPG dilakukan secara serentak di seluruh wilayah.

“Sebagai mitra resmi, kami wajib melaksanakan seluruh instruksi tanpa pengecualian. Pada Selasa, 6 Januari 2026, kami memastikan seluruh relawan dan staf menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum operasional dimulai,” tegas Robi.

Pemeriksaan kesehatan dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis melalui Puskesmas Imbanagara bersama Desa Siaga (Desmas) Kecamatan Ciamis, yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, pemeriksaan dahak, serta skrining TBC.

“Hasil pemeriksaan menyatakan seluruh relawan dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit menular. Ini merupakan syarat mutlak sebelum pelayanan gizi dilaksanakan,” jelasnya.

Sebanyak 50 orang mengikuti pemeriksaan kesehatan, terdiri dari 47 relawan dan 3 staf, dan seluruhnya dinyatakan layak bertugas dalam pelaksanaan program SPPG yang dijadwalkan mulai 8 Januari 2026.

Selain aspek kesehatan, SPPG Ciamis–Panyingkiran juga melaksanakan kerja bakti dan sterilisasi dapur secara menyeluruh, termasuk pembersihan seluruh peralatan memasak. Langkah ini ditegaskan sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kebersihan, keamanan pangan, serta mutu layanan kepada para penerima manfaat.

Robi menekankan bahwa kedisiplinan dan tanggung jawab relawan menjadi faktor penentu keberhasilan program.
“Kami menuntut komitmen penuh dari seluruh relawan untuk menjaga kesehatan, disiplin, dan profesionalisme. Program ini harus berjalan amanah, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sinergi antara dapur dan penerima manfaat menjadi kunci keberhasilan,” pungkasnya. ( Dods ).