Beranda Regional Priangan Timur Wihaji Tegaskan TPK Harus Turun Lapangan Kawal MBG 3B

Wihaji Tegaskan TPK Harus Turun Lapangan Kawal MBG 3B

26

Ciamis, Mediasakti.id ,-

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. H. Wihaji, meminta Tim Pendamping Keluarga (TPK) Kabupaten Ciamis memperkuat peran dalam mengawal program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B sekaligus mempercepat penanganan stunting.

Hal itu disampaikan Wihaji usai menghadiri Temu Kader TPK MBG 3B Kabupaten Ciamis di Gedung K.H. Irfan Hielmy Islamic Center Ciamis, Selasa (29/9/2026).

Sekitar 1.000 kader TPK hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka mendapatkan penguatan tugas pendampingan keluarga sekaligus pengawalan program MBG 3B yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.

Wihaji menegaskan, arahan pemerintah harus diterjemahkan melalui kerja nyata, bukan sebatas rapat atau diskusi.

“Jangan banyak diskusi, jangan banyak seminar, turun ke lapangan, selesaikan masalah,” tegas Wihaji.

Menurutnya, kader TPK harus memastikan pelaksanaan MBG 3B berjalan tanpa kendala, mulai dari distribusi, insentif, hingga keberadaan dan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Jika ditemukan persoalan, Wihaji meminta kader tidak menunggu terlalu lama. Setiap kendala harus segera ditindaklanjuti agar tidak menghambat pelayanan kepada masyarakat.

Selain MBG 3B, TPK juga diperkuat untuk mendampingi keluarga berisiko stunting. Pemerintah akan menyiapkan panduan dan standar operasional prosedur (SOP) yang lebih jelas sehingga pembagian tugas dan sasaran pendampingan dapat terukur.

“Siapa mendampingi siapa, sehingga nanti jelas. Misalnya mendampingi 10 keluarga, 20 keluarga, sehingga ke depan lebih terstruktur dalam kinerja kita,” katanya.

Wihaji menjelaskan, pendampingan keluarga mencakup calon pengantin, remaja, ibu hamil, balita hingga lansia. Perhatian khusus diberikan pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Ia menegaskan, stunting bukan semata persoalan asupan gizi. Faktor air bersih, sanitasi, pernikahan dini dan edukasi keluarga juga harus ditangani.

“Masalah stunting tidak hanya masalah asupan gizi. Ada karena air bersih, ada karena pernikahan dini, ada karena sanitasi, dan yang penting edukasi,” ujarnya.

Sementara itu, pemerintah juga tengah menyesuaikan pelaksanaan MBG agar menu yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing kelompok sasaran. Kebutuhan ibu hamil dan balita tidak dapat disamakan dengan kebutuhan anak sekolah.

“Kita lagi dicarikan jalan keluar. Diusahakan nanti ada hal-hal yang mesti kita sesuaikan dengan kebutuhan,” kata Wihaji.

Wihaji berharap para kader TPK Ciamis mampu menjadi ujung tombak pengawalan MBG 3B dan percepatan penanganan stunting dengan memastikan program benar-benar berjalan dan menyentuh keluarga sasaran di lapangan.
( Dods ).