Ciamis, Mediasakti.id ,-
Memasuki musim pancaroba dengan perubahan cuaca dari panas menuju penghujan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ciamis mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Ciamis, H. Edis Herdis, mengatakan perubahan musim harus diantisipasi dengan menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan memberantas tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Menurut Edis, saat memasuki musim penghujan, berbagai wadah yang dapat menampung air hujan berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, terutama apabila air tersebut tidak langsung mengalir atau meresap ke tanah.
“Menjelang musim pancaroba, kita tetap mengutamakan pemberantasan sarang nyamuk. Tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk harus sesegera mungkin diberantas,” ujar Edis. Rabu,7/10/2026.
Ia menegaskan, langkah utama yang harus dilakukan masyarakat adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang-barang yang berpotensi menjadi tempat genangan air.
Selain itu, masyarakat juga diminta melakukan langkah tambahan seperti menjaga kebersihan lingkungan, menghindari penumpukan barang bekas, serta memastikan tidak ada wadah yang dapat menampung air hujan di sekitar rumah.
“Intinya tetap PSN dengan metode 3M Plus. Kami mengimbau agar kegiatan ini tidak hanya dilakukan ketika ada kasus, tetapi dijadikan budaya dan kebiasaan seluruh masyarakat,” tegasnya.
Edis menilai kebersihan lingkungan memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan masyarakat. Karena itu, pencegahan DBD tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi harus dimulai dari kebiasaan masyarakat di lingkungan masing-masing.
“Dimulai dari kebiasaan sendiri. Kebiasaan bersih-bersih harus dijadikan bagian dari aktivitas kehidupan sehari-hari,” katanya.
Terkait kondisi ruangan dan perubahan suhu, Edis menjelaskan Suhu ruangan ideal untuk rumah atau kantor di wilayah tropis seperti Indonesia umumnya berada pada kisaran 20–25°C untuk aktivitas sehari-hari. Yang lebih penting adalah memastikan ruangan memiliki sirkulasi udara yang baik, cukup mendapatkan paparan sinar matahari, serta memberikan kenyamanan bagi orang yang berada di dalamnya.
Menurutnya, kondisi lingkungan yang nyaman turut mendukung kesehatan dan daya tahan tubuh seseorang.
“Yang jelas, ruangan harus memiliki sirkulasi udara yang baik dan cukup mendapatkan sinar matahari. Kenyamanan juga penting karena kondisi yang nyaman dan tidak tertekan dapat mendukung daya tahan tubuh,” jelasnya.
Lebih lanjut, Edis mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Ciamis terhadap kebersihan lingkungan. Menurutnya, kebersihan memiliki kaitan erat dengan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit di masyarakat.
“Faktor lingkungan sangat dominan memengaruhi kesehatan masyarakat. Karena itu, perhatian terhadap kebersihan lingkungan sangat mendukung upaya menjaga kesehatan masyarakat di Kabupaten Ciamis,” ungkapnya.
Dinkes Ciamis kembali mengajak seluruh masyarakat menjadikan PSN 3M Plus sebagai kebiasaan bersama, terutama memasuki musim penghujan.
Sebab, mencegah DBD tidak cukup dilakukan ketika kasus sudah muncul. Membersihkan lingkungan sebelum nyamuk berkembang biak jauh lebih penting daripada menunggu penyakit datang.
“Jadikan PSN 3M Plus sebagai budaya masyarakat. Kebersihan lingkungan harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” pungkas Edis. ( Dods ).























