Garut, Mediasakti.id,– Kepala Dinas Pertanian Garut Beni Yoga mengatakan pihaknya setiap tahun menyediakan stok cadangan benih untuk kondisi tanggap darurat seperti bencana alam.
“Kalau ada bencana untuk pergantian benih sudah saya siapkan di balai benih, seperti belum lama ini ke Karangsari sudah kami kirim benih,” kata Beni usai menghadiri acara pelantikan fungsional di lapangan Setda Jln Pembangunan, Kamis (30/12/2021).
Kerugian sawah yang di Karangtengah, Beni menerangkan, setelah dihitung mencapai 42,2 hektar yang benar-benar fuso tidak bisa diselamatkan. Berarti, dikatakan dia, padi yang tidak bisa diselamatkan sekitar 200 ton kalau dirata-ratakan produksi 5 ton/hektar.
“Sekarang harga gabah padi 4500 rupiah/kg, jadi kerugian petani yang benar-benar fuso tidak terselamatkan yaitu sekitar 160 juta dari 42,2 hektar,” ungkapnya.
Sedangkan di Karangsari, lanjut Beni, yang fuso yaitu 30,4 hektar yang ada di sekitar bantaran-bantaran sungai. Lalu kalau yang di Sukaresmi dari awal sudah dilakukan perbaikan-perbaikan, sekitar 8 hektar yang benar-benar fuso karena disana kebanyakan petani sayuran.
“Kalau di Karangsari hanya benih saja sedangkan Karang Tengah selain benih ya pupuknya juga,” ujarnya.
( Red@03 )
Terimakasih telah membaca Mediasakti.id
Dapatkan informasi inspiratif dan insight di e-mail kamu
Daftarkan e-mail























