Kota Bogor, MediaSakti.id,- Industri Rumahan Mie Golosor Taruna yang buka sejak tahun 1998, yang berada di jalan Aryadilaga, Kampung Pancasan Baru Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor, mengalami kenaikan harga setelah BBM naik.
“Kalo harga jual sebelum BBM naik kurang lebih Rp 4.000 per kilo masuk kepasar, pas puasa saat BBM naik di tahun 2022 kenaikannya sampai Rp 1000 per kilo, sedangkan di tahun tahun yang lalu belum ada kenaikan BBM, naik nya cuma Rp 500 per kilo,” kata Eman Sulaeman (51) tahun, pemilik mie golosor Taruna ke pada media sakti, Rabu (18/5/2022).
Sedangkan dibulan puasa kemarin lanjut Eman, harga bahan baku sagu aren mengalami kenaikan yang biasa harga Rp 7000 menjadi Rp 9000 per kilo, tapi sekarang sudah turun menjadi Rp 8200 per kilo,tapi bukan balik lagi ke awal sebesar Rp 7000,” ucapnya.
Masih kata Eman, Bukan hanya sagu aren yang naik,semua bahan bakunya juga naik mulai dari plastik, minyak kacangnya, pewarna makanan juga ikut naik.
“Karena di BBM naik semua bahan baku naik, mie golosor juga ikut naik, yang biasa dijual Rp 4000 per kilo di bulan puasa kemarin menjadi Rp 5000 per kilo, sedangkan di hari biasa naik Rp 4500 per kilo,” ujarnya.
Eman menambahkan, meskipun harga mie golosor naik di bulan puasa, tapi peminatnya lebih banyak, produksi bisa mencapai 15 – 20 ton per hari, sedangkan produksi di hari biasa hanya 3 – 3 setengah ton .
” kalo start dari bulan puasa ke hari ini ada penurunan, paling sehari produksi 3 ton sampai 3 setengah ton , itu belum normal, kalo normalnya 4 – 5 ton, ” terangnya.
Dengan 16 karyawannya Eman , mampu memasarkan produk mie golosornya sekitar wilayah Bogor 80 persen dan wilayah Cipanas serta Cianjur.
“Untuk pemerintah,tolong di perhatikan UMKM ini,” harap Eman.
Jurnalis : Sopyan Hadi.























