Kab. Tasikmalaya, mediasakti.id,- (21/07/2022). Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional Yuliani SH, ME, bertempat di-komplek Gedung Rumah Dinas Bupati telah menindaklanjuti rapat persiapan yang pernah dilaksanakan sebelumnya.
Seperti diketahui bahwa rapat yang dilaksanakan pada hari ini, mengangkat tema ‘ Penguatan Hak Pengelolaan Objek Reforma Untuk Kesejahteraan Masyarakat’.
Menurutnya program kerja yang akan dilaksanakan untuk tahun anggaran 2022, adapun kegiatan rapat yang dilakukan merupakan tahun pertama, sedang untuk tingkat provinsi sudah memasuki tahun kelima, bahkan sudah dalam tahapan evaluasi, paparnya.
Dalam penjelasannya untuk kegiatan tahun pertama masih mencoba mencari potensi, dan diharapkan kedepannya ditahun depan, potensi yang ada sudah bisa ditindak-lanjuti, bahkan mungkin sampai pada kegiatan akses reformnya seperti yang dilaksanakan dikabuten Garut, pungkasnya.
Yuliani menjelaskan secar rinci, apa yang disebut reforma agraria itu !, Reforma agraria adalah penataan kembali struktur penguasaan pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah yang lebih berkeadilan melalui penataan aset, disertai dengan penataan aset untuk kemakmuran rakyat di wilayah ini. Apabila mereview paparan Dirjen, tetap semuanya bertumpuk pada ayat 3 pasal 33 aturan undang-undang dasar tahun 1945.
Dikabuten Tasikmalaya pada tahun ini legalisasi asetnya dalam bentuk PTSL, dan mendapat target 87 ribu bidang dengan sebaran di 56 desa, akan tetapi dibulan kemarin kita terkena automatic ajustment, dimana target dikurangi sehingga tinggal lebih kurang sekitaran 66 ribu bidang, sedangkan untuk restribusi tanah mendapat target 1500 bidang.
Struktur Kelembagaan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA), dipusat diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Ketua GTRA Menteri ATR, di provinsi adalah Gubernur sedang dikabupaten adalah Bupati, Tim pelaksana harian kepala kantor pertanahan.
Dalam rapat , kepala kantor pertanahan setempat menyampaikan paparannya secara rinci dan luas.
Para peserta rapat dan undangan terdiri dari unsur forkopimda, pejabat pemerintah daerah dan sambutan Bupati diwakili Asda I bidang pemerintahan Drs. Rudi Sanjaya dan pendamping serta kepala desa, khususnya kepala desa Taraju yang diberikan waktu untuk menyampaikan paparan keberhasilan dalam penataan program potensi wisata desanya yang pada tahun ini telah mencapai 100 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia dari 3500 desa.
(Joko-Iwan S)























