Beranda Regional Priangan Timur Proyek Swakelola Tipe 2 PUPR Garut Bermasalah ? KMPP Datangi DPRD Garut

Proyek Swakelola Tipe 2 PUPR Garut Bermasalah ? KMPP Datangi DPRD Garut

451

Kabupaten Garut, Mediasakti.id,- Sejumlah Mahasiswa dan Masyarakat yang tergabung dalam koalisi Masyarakat Peduli Pembangunan (KMPP) Kabupaten Garut, Jumat Siang 06 januari 2023 Mendatangi Kantor DPRD Garut Untuk Beraudensi dengan Anggota Komisi II DPRD Garut, Ispektorat Garut dan Dinas PUPR Kab Garut. Kedatangan KMPP Terima secara Resmi Oleh Anggota DPRD Komisi II Ahmad Mulyana .

Pantaun Media di Gedung Wakil Rakyat, Jadwal Audensi Awalnya Pukul 13.00 WIB. Dari komunitas KMPP nampak sudah hadir tepat waktu di Gedung DPRD Garut ,Begitu juga dengan Pihak Inspektorat yang diwakili oleh Dadang Kurnia SE,M.Si Inspektur Pembantu Investigasi dan Pengaduan Bersama Tim .

Begitu juga Anggota DPRD Ahmad Mulya Sudah Nampak Siap Menerima Audensi dari KMPP, Namun dari Dinas PUPR Kab Garut nampak belum hadir di Ruang Komisi 2. Sempat menunggu lebih dari satu jam lebih dari jadwal akhirnya Audensi dibuka, Nampak Raut wajah kesal dari Para Peserta Audensi yang rata rata berasal dari wilayah Garut selatan.

Peserta Audensi Menyampaikan Kepada DPRD Garut Terkait sejumlah Proyek Bernilai Milyaran Rupiah Swakelola Tipe 2 dari Dinas PUPR yang proses pelaksanaannya diduga syarat akan Praktek praktek korupsi dan Manipulasi Manipulasi yang di lakukan oleh oknum oknum tertentu Baik Oknum Dinas , maupun Oknum Rekanan , sehingga perpeluang adanya Penyalahgunaan Anggaran .

Haikal Lubis Kordinator Koalisi Masyarakat Peduli Pembangunan menyampaikan, Sejak tahun 2020 sampai dengan tahun 2022 Pemkab Garut menggelontorkan anggaran Milyaran Rupiah bagi sejumalah proyek Isfrastruktur yang tersebar di Garut Selatan, Seperti di Kecamatan Pamulihan, Cisompet, Peundeuy dan lainnya, Proyek Swakelola Tipe 2 di Dinas PUPR ini banyak bermasalah, sehingga kualitas Hasil pembangunan banyak yang tidak bertahan lama, Jalan belum sampai berumur satu tahun sudah rusak berat, Anggaran Terserap Maksimal Namun pelaksanan melewati kontrak kerja atau batas waktu , banyak pekerjaan yang belum diselesaikan, Proyek proyek swakelola ini nampak luput dari pengawasan pihak pihak terkait, kami minta DPRD Garut Memaksimalkan Fungsi Pengawasan dan melakukan Evaluasi menyeluruh terhadap Program program pembangunan Isprastruktur Jalan dengan Model Swakelola, mengawasi Jalannya pembangunan dengan Model Swakelola Bagi pekerjaan yang akan berjalan ujar Haikal Lubis.

Hal Senada di Sampaikan Ucu Tutun Bahtiar Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Peundeuy, Ucu Tutun Bahtiar Mengatakan, program Swakelola Tipe 2 yang dilaksanakan tidak sesuai dengan ketentuan, Dinas PUPR Bekerja sama dalam pelaksanaan proyek, Desa Membentuk TPK, namun Mereka (TPK) tidak di berikan yang Pendidikan atau Bimbingan Teknis terkait Proyek yang akan di laksanakan sehingga banyak TPK yang tidak mengetahui model pengerjaan tersebut dengan swakelola tipe 2, sehingga banyak TPK yang tidak dilibatkan sama sekali dalam pengerjaan pembangunan, yang mengerjakan lebih dominan oknum oknum dari Dinas, oknum Penyedia Barang dan oknum Rekanan dari Dinas sehingga Program Swakelolanya patut diduga Formalitas, Kalau terjadi masalah di kemudian hari Kasihan TPK yang di bentuk oleh Desa bisa bisa mereka nanti dikorbankan.

Makanya kami Minta Tim APIP atau APH cermat dalam Menagani permasalahan ini, Dewan juga kami minta Turun kelapangan bersama dinas PUPR, Kami Kecewa dari Dinas tak hadir dalam Audensi Kali ini, kami minta jadwal Ulang dan Hadirkan juga Dinas dan Bupati Garut ujar Ucu Tutun Bahtiar.

Dadang Kurnia SE.M.Si, Inspektur Pembantu Investigasi dan Pengaduan dari Ispektorat Garut dalam Audensi menyampaikan, pada tanggal 26 Desember 2022 kami mendapat informasi, kemudian kami menerjunkan Tim pada tanggal 28 Desember 2022, bahkan hari ini Sampel uji kualitas beton dari Laboratorium keluar namun tak bisa kami publikasikan, karena merupakan Rahasia Negara, kami tak menampik kegiatan Proyek Swakelola luput dari Pengawasan, dikarenakan akhir Audit di bulan September sedangkan masa kontrak kegiatan pembagunan tersebut di bulan Oktober , kami juga mengucapkan terima kasih peran aktip masyarakat dalam pengawasan kegiatan Pembangunan.

Ahmad Mulayana Anggota Komisi 2 DPRD Garut usai Audensi saat dikonfirmasi Media Mengatakan Hari ini DPRD menerima Permohonan Audensi dari Koalisi Masyarakat Peduli Pembangunan, Mereka menyampaikan terkait sejumlah proyek swakelola yang tersebar di beberapa kecamatan, kami akan Agendakan turun ke lapangan di Awal Bulan Pebruari 2023 karena dibulan Januari 2023 jadwal DPRD sudah dan padat, kami akan kordinasikan ke Pimpinan berikut jadwal Ulang Audensi Ujar Ahmad Mulyana.

Usai Peserta Audensi membubarkan diri, Nampak datang dari Dinas PUPR Garut menuju ruangan Komisi 2, Kasi Pemeliharan Jalan dan Jembatan, Yayan Waryantino.

Sebelum meninggalkan Gedung DPRD, Yayan Saat di konfirmasi Wartawan, Yayan enggan diwawancara dan memberikan komentar dan tanggapan, Maaf jangan sekarang kata Yayan

Saepudin.