Sukabumi, Media Sakti.id.–
Akhir-akhir ini, persoalan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten sukabumi, kembali menjadi sorotan publik.
Pasalnya, ada satu nama yang disebut-sebut sebagai aktor intelektual yang menjadi ‘kordinator’ PETI Cigaru, sukabumi.
Pada hari selasa ( 12-08-2025 ),Denda menyangkal atas terbitnya pemberitaan sebagai koordinator penambang dengan sebutan nama alias Kuca, sementara untuk dua lobang itu ada pemiliknya. ungkapnya kepada awak media
Lebih lanjut Denda juga menerangkan bahwa, terkait kegiatan yang terafiliasi dengan penambangan ilegal yang saya tau itu tidak ada koordinatornya, terkadang bersifat masing-masing pemilik lobang,” imbuhnya.”
Disisi lain, saya disini sebagai masyarakat biasa tidak ada keterlibatan dengan kegiatan tersebut, hanya saja kebetulan saya hapal karena jarak kegiatan tidak jauh dari kampung saya.Ujar Denda
Adapun jika saya dituakan bukan berarti menjadi koordinator PETI Cigaru, itu salah dan tidak benar karena sudah berbeda dengan kampung saya.Sedangkan saya dituakan hanya di kampung saya sendiri, itupun dikarenakan status dari beda profesi,” cetusnya.
Menurut pengakuannya kepada awak media dengan terbitnya berita tersebut tidak ada konfirmasi terlebih dahulu kepada dirinya, sehingga membuatnya kaget dan syok kenapa namanya terbawa menjadi kordinator PETI Cigaru,khususnya bojong deet.
Asep Rahman pemilik lobang mengatakan bahwa, dengan adanya satu pemberitaan di salah satu media online yang menyebut atas nama Kuca itu tidak benar, karena Dia tidak ikut serta dalam kegiatan tersebut.
Dia (Denda) kebetulan tetangga saya dan ditokohkan di sini, secara hubungan emosional kita memang dekat, kenapa tidak Dia ditokohkan disini, karena bisa menjembatani setiap ada permasalahan di lingkungan.Terang Asep Rahman
“Ya Dia tokoh masyarakat, jadi kang Denda ini untuk secara profesi memang beda dengan kita, adapun permasalahan ini Dia tidak ikut terlibat, apalagi sebagai koordinator lobang,” katanya.
Sambung Dia, adapun permasalahan lobang kami tanggung masing-masing pemilik tidak ada keterlibatan orang lain apalagi yang namanya koordinator tidak ada.” tandasnya.
Reporter : Deni Handersen























