Kabupaten Pangandaran, Mediasakti.id ,-
Polemik kewenangan antara Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS)—di bawah Kementerian Pekerjaan Umum—dan kementerian teknis lainnya dalam pengelolaan irigasi masih kerap terjadi, terutama terkait proyek pembangunan, rehabilitasi, dan dampaknya bagi warga.
Direktorat Tanaman Pangan Kementrian Pertanian RI melalui tenaga ahli wamentan langsung turun dan Gelar Rapat di lapangan guna melakukan mitigasi kekeringan lahan pertanian, khususnya di wilayah-wilayah rawan kekeringan kronis dan perbatasan.
Langkah ini dilakukan untuk merespon aspirasi warga petani yang keluhkan kekeringan pada musim kemarau,
bagi kami itu kewenangan BBWS atau Kementrian kami tidak tahu, terpenting sawah kami terairi ujar salah seorang petani di wilayah mangunjaya.
Sementara staf ahli wamentan, Nandang Sudrajat, MM yang turun langsung kelokasi, kamis 7 Mei 2025 menyampaikan hari ini saya turun langsung ke lapangan dari kementrian pertanian, bersama BBWS, BRNP, ada Dinas Pertanian dan semua stick holder sehingga ketika ada masalah jelas, disposisinya masalah ini ke siapa penanganan nya oleh dinas mana ujar nya.
Nah hari ini sudah di buktikan ada yang langsung di ambil oleh BBWS karena memang kewenangan nya, meskipun itu pengairan nya wilayah provinsi tapi BBWS bisa melakukan suplai air, disampaikan anggota DPRD Kab Pangandaran Komisi II, Holik : mangunjaya merupakan daerah perbatasan dengan jawa tengah tentu sangat dekat dengan irigasi sumber air dari Bendungan Manganti namun ironis nya lahan seluas lebih dari 1.200 Ha yang terletak di wilayah nya selalu kekeringan pada saat kemarau, padahal berdekatan dengan tiga aliran sungai dan saluran induk Bendung Cimanganti, ungkap nya.
Lebih lanjut disampaikan Holik, saya sudah melakukan koordinasi dengan staf wamentan dan mengusulkan solusi pembuatan bendungan yang terletak di wilayah kabupaten ciamis. Tepat nya di daerah cimentek .
Alhamdulillah Mendapat respon positif dari wamentan, ada dua solusi yang pertama solusi jangka pendek dengan dengan pembagian kelebihan debet air dari BBWS yang kedua merencanakan pembuatan bendung yang terletak di wilayah kabupaten ciamis tepat nya di daerah cimentek kecamatan Purwadadi ujar nya, yang insya alloh akan mampuh mengairi terhadap beberapa kecamatan yang ada di 2 wilayah kabupaten yaitu kabupaten Ciamis dan Kabupaten Pangandaran. ( Toni.T ).























