Beranda Regional Priangan Timur Ciamis Buktikan Pertanian Berkelanjutan Mampu Menjawab Tantangan Iklim, Panen Padi Ditengah Musim...

Ciamis Buktikan Pertanian Berkelanjutan Mampu Menjawab Tantangan Iklim, Panen Padi Ditengah Musim Kemarau

42

Ciamis, Mediasakti.id ,-

Di tengah musim kemarau yang menjadi tantangan bagi sektor pertanian, Kabupaten Ciamis justru menorehkan prestasi. Kelompok Tani Parikesit di Dusun Kubangpari, Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican berhasil memanen padi organik dengan hasil yang menggembirakan. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pertanian organik mampu menjaga produktivitas sekaligus menjadi solusi dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Panen tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Ciamis dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kegiatan itu dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis Dr. H. Andang Firman Triyadi, M.T., Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat Yanti Hidyatun Zakiah, S.TP., M.Si., serta Camat Pamarican Asep Saepudin Kodari, S.Sos., M.Si., Kamis (16/7/2026).

Camat Pamarican Asep Saepudin Kodari menegaskan, pengembangan padi organik di Desa Bangunsari merupakan langkah strategis dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan. Menurutnya, sistem pertanian organik tidak hanya menghasilkan pangan yang sehat dan aman dikonsumsi, tetapi juga menjaga kesuburan tanah, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, serta meningkatkan nilai tambah hasil panen.

“Gerakan tanam padi organik ini menjadi bagian dari upaya membangun pertanian yang ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Yanti Hidyatun Zakiah. Menurutnya, keberhasilan Ciamis mempertahankan produktivitas padi organik di tengah musim kemarau membuktikan bahwa penerapan teknologi budidaya yang tepat mampu menjawab tantangan perubahan iklim.

Ia menjelaskan, keberhasilan Kelompok Tani Parikesit didukung penerapan metode System of Rice Intensification (SRI) dan Precision Modern Agriculture System (PMAS) yang mengedepankan efisiensi penggunaan air serta pengelolaan tanaman secara modern dan efektif.

“Ini merupakan prestasi yang membanggakan. Ciamis membuktikan bahwa pertanian organik mampu berkembang, tetap produktif, dan layak menjadi contoh bagi daerah lain,” katanya.

Mewakili Bupati Ciamis, Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis Dr. H. Andang Firman Triyadi menyampaikan apresiasi kepada para petani yang mampu menghasilkan panen optimal meski dihadapkan pada musim kemarau. Menurutnya, keberhasilan tersebut lahir dari kerja keras petani yang didukung inovasi dan kolaborasi berbagai pihak.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Ciamis terus mendorong transformasi pertanian melalui penggunaan pupuk organik secara bertahap sebagai upaya menjaga kesuburan lahan, melestarikan lingkungan, sekaligus menghasilkan beras yang lebih sehat dan memiliki daya saing tinggi.

“Pertanian organik bukan hanya menjaga lingkungan, tetapi juga meningkatkan daya saing produk pertanian dan kesejahteraan petani,” tegas Andang.

Andang juga mengapresiasi dukungan Bank Indonesia Tasikmalaya yang secara konsisten mendampingi pengembangan pertanian organik di Ciamis. Bantuan sarana produksi, mesin Rice Milling Unit (RMU), hingga sertifikasi organik dinilai berhasil meningkatkan kualitas beras organik asal Pamarican sehingga mampu bersaing dan meraih penghargaan di tingkat nasional.

Keberhasilan panen Kelompok Tani Parikesit menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah, lembaga, dan petani mampu melahirkan sistem pertanian yang tangguh menghadapi perubahan iklim, produktif, dan berkelanjutan. Ciamis pun kembali menegaskan komitmennya sebagai daerah yang terus mendorong pertanian organik sebagai fondasi ketahanan pangan sekaligus pengungkit kesejahteraan petani. ( Dods ).