Beranda Regional Priangan Timur Amengan Sepuh di Darussalam Ciamis, Bukti Semangat Belajar Tak Kenal Usia

Amengan Sepuh di Darussalam Ciamis, Bukti Semangat Belajar Tak Kenal Usia

24

Ciamis, Mediasakti.id. ,-

Bertambahnya usia ternyata bukan alasan untuk berhenti belajar. Justru di usia senja, semangat menimba ilmu dan memperdalam keagamaan masih terlihat kuat dari para lanjut usia (lansia) yang mengikuti kegiatan Amengan Sepuh di Pondok Pesantren Darussalam Ciamis, Jumat-Sabtu, 4-5 September 2026.

Kegiatan yang digelar Lembaga Lansia Indonesia tersebut mendapat apresiasi dari Forum Jurnalis Galuh (FJG). Bagi FJG, Amengan Sepuh bukan sekadar kegiatan keagamaan bagi para lansia, tetapi juga menghadirkan pesan penting yang patut menjadi perhatian generasi muda.

Semangat para sepuh mengikuti setiap rangkaian kegiatan dinilai menjadi contoh nyata bahwa belajar, beribadah, bersosialisasi, hingga menjaga kebugaran tidak mengenal batas usia.

Sekretaris FJG, Edwar Martin Alamsyah atau Edo, mengatakan pihaknya memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Amengan Sepuh karena kegiatan tersebut mampu memperlihatkan semangat para orang tua dalam terus mencari ilmu.

“Forum Jurnalis Galuh sangat mengapresiasi diadakannya Pesantren Ampuh atau Amengan Sepuh yang diselenggarakan orang-orang tua kita yang tergabung dalam Lembaga Lansia Indonesia,” kata Edo.

Selama dua hari, para peserta tidak hanya mengikuti kegiatan keagamaan. Berbagai agenda lain seperti olahraga dan seni turut mewarnai kegiatan tersebut.

Menariknya, seluruh rangkaian acara diikuti dengan penuh antusias. Tidak terlihat batasan usia menjadi penghalang bagi para peserta untuk tetap aktif dan mengambil bagian dalam setiap kegiatan.

Bagi FJG, semangat inilah yang menjadi nilai penting dari Amengan Sepuh.

Edo menilai para lansia yang mengikuti kegiatan tersebut secara tidak langsung telah memberikan pelajaran kepada generasi muda bahwa menuntut ilmu merupakan proses sepanjang kehidupan.

Ketika sebagian orang menganggap usia lanjut sebagai masa untuk mengurangi aktivitas, para sepuh justru menunjukkan hal berbeda. Mereka tetap hadir, belajar, beribadah, berolahraga, berkesenian, dan membangun kebersamaan.

“Ini menjadi contoh buat generasi-generasi muda. Dengan semangatnya para orang tua kita mengikuti rangkaian agenda, ada keagamaan, olahraga, dan seni yang tergolong dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Menurut Edo, aktivitas tersebut juga menunjukkan bahwa kehidupan lansia dapat tetap produktif dan bermakna. Kegiatan keagamaan tidak harus berjalan sendiri, tetapi dapat dipadukan dengan olahraga, seni, serta interaksi sosial.

Hal itu sekaligus mematahkan anggapan bahwa memasuki usia lanjut berarti harus berhenti beraktivitas.

Sebaliknya, para lansia tetap memiliki ruang untuk belajar, berkarya, bersosialisasi, sekaligus memberikan teladan kepada generasi berikutnya.

FJG memandang semangat yang ditunjukkan para peserta Amengan Sepuh layak mendapat ruang pemberitaan yang lebih luas. Sebab, di tengah derasnya informasi dan perkembangan zaman, masyarakat membutuhkan lebih banyak cerita positif yang mampu memberikan inspirasi.

Karena itu, FJG turut mengambil bagian melalui peliputan jurnalistik. Pemberitaan mengenai kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi informasi, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.

Edo mengapresiasi rekan-rekan jurnalis FJG yang ikut mengawal kegiatan sejak awal hingga rangkaian acara berakhir.

“Kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman Forum Jurnalis Galuh yang mengikuti dari awal sampai berlangsungnya acara nanti tanggal 5,” katanya.

Ia berharap pemberitaan mengenai Amengan Sepuh dapat menjadi pemantik bagi generasi muda untuk kembali menempatkan semangat belajar sebagai bagian penting dalam kehidupan.

“Harapan kami dari Forum Jurnalis Galuh, dengan adanya edukasi terkait konten atau pemberitaan yang kami tayangkan ini, bisa menjadi suri teladan dan edukasi kepada teman-teman generasi muda untuk mengikuti jejak orang tua kita yang semangat mencari ilmu,” ujarnya.

Edo menegaskan, mencari ilmu bukan hanya kewajiban ketika seseorang masih muda. Semangat tersebut harus terus dijaga sepanjang kehidupan, termasuk ketika telah memasuki usia lanjut.

“Jadi mencari ilmu itu tidak hanya sejak dini, tetapi setelah lanjut usia pun terus untuk menyempurnakan keahlian dan syiar agama Islam, khususnya di Tatar Galuh Kabupaten Ciamis,” katanya.

Amengan Sepuh akhirnya tidak hanya menjadi ruang berkumpul bagi para lansia. Kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa usia boleh bertambah, tetapi semangat untuk belajar, beribadah, menjaga kesehatan dan terus berbuat positif tidak boleh ikut berhenti.

Dari para sepuh, generasi muda mendapat pesan sederhana: jangan pernah merasa terlalu tua untuk belajar dan jangan pernah merasa terlalu muda untuk mulai mencari ilmu. ( Dods ).