Beranda Regional Priangan Timur Panen Perdana Semangka di Gegempalan Diserbu Warga, BUMDes dan Gapoktan Dorong Ketahanan...

Panen Perdana Semangka di Gegempalan Diserbu Warga, BUMDes dan Gapoktan Dorong Ketahanan Pangan

51

Ciamis, Mediasakti.id ,-

Panen perdana semangka di Desa Gegempalan, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, diserbu ratusan warga yang antusias memetik langsung hasil pertanian tersebut. Semangka dijual seharga Rp8.000 per kilogram dengan bobot setiap buah berkisar 7–9 kilogram. Rabu, 21/10/2026.

Panen ini menjadi langkah awal Pemerintah Desa Gegempalan bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dalam mengembangkan potensi pertanian sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan tadah hujan, terutama saat menghadapi musim kemarau panjang.

Kepala Desa Gegempalan, Wawan Munawar, mengatakan, budidaya semangka tersebut merupakan inovasi perdana yang dikembangkan untuk membuka peluang pemanfaatan lahan pertanian agar lebih produktif.

“Ini panen perdana semangka di Desa Gegempalan. Inovasi ini dipelopori BUMDes bersama Gapoktan sebagai upaya memanfaatkan lahan pertanian, terutama lahan tadah hujan yang menghadapi kendala saat musim kemarau,” ujar Wawan.

Menurutnya, meski pengembangan masih dalam skala terbatas, langkah tersebut menjadi awal untuk mendorong kegiatan pertanian yang berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Pada tahap awal, penanaman semangka dilakukan menggunakan sekitar 500 hingga 800 benih. Selain semangka, sejumlah komoditas lain juga dikembangkan, di antaranya bawang merah dan cabai rawit. Ke depan, pengembangan komoditas pertanian akan terus diperluas sesuai potensi lahan dan kondisi wilayah.

Wawan menegaskan, program tersebut tidak berhenti pada panen perdana. Pengembangan pertanian akan terus dilanjutkan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan desa.

“Program ini akan terus berkelanjutan. Harapan kami, lahan pertanian yang ada bisa dimanfaatkan secara optimal, termasuk ketika menghadapi musim kemarau panjang,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua BUMDes Gegempalan, Didin, mengungkapkan, lahan yang digunakan untuk budidaya semangka saat ini baru sekitar 0,3 hektare atau setara 200–300 bata.

Menurut Didin, pengembangan usaha pertanian tersebut dilakukan dengan menekan kebutuhan modal awal. BUMDes memanfaatkan skema sewa tanah kas desa, kemudian menjalin kerja sama dengan kelompok tani untuk melaksanakan budidaya.

“Lahan yang ditanami saat ini baru sekitar 0,3 hektare atau 200–300 bata. Untuk modal awal, BUMDes berupaya menekan biaya dengan menyewa tanah kas desa, kemudian bekerja sama dengan Gapoktan,” jelas Didin.

Ia menyebutkan, salah satu kelompok yang terlibat langsung dalam penanaman semangka tersebut adalah Kelompok Tani (Poktan) Srimukti.

Kolaborasi antara BUMDes dan kelompok tani ini diharapkan menjadi fondasi pengembangan usaha pertanian desa. Selain meningkatkan produktivitas lahan, pola kerja sama tersebut juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan komoditas yang memiliki nilai ekonomi.

Panen perdana semangka ini menjadi langkah awal bagi Desa Gegempalan dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi pertanian lokal secara berkelanjutan. ( Dods ).