Garut, Mediasakti.id,– bertempat di GOR PGRI Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Karangpawitan adakan resepsi peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) PGRI ke 76 dan Hari Guru Nasional 2021 dengan mengusung tema
“Bangkit Garutku, Maju Negeriku, Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh”.Sabtu (27/11/2021).
Dikesempatan acara berlangsung dihadiri wakil bupati Garut dr. Helmi Budiman,Danramil Karangpawitan, Camat Karangpawitan, dan pengurus serta anggota PGRI cabang Karangpawitan lainnya.
Dalam sambutannya Wakil Bupati Garut menyampaikan, saya ucapkan terimakasih kepada Guru-guru atas sambutan yang luar biasa. Bahkan saya disebut sebagai orang tua, saya bingung karena bahwa sikap saya kepada guru adalah sama merasa bangga kepada para guru karena tanpa seorang guru tidak akan ada orang yang menjadi Pejabat, Insinyur, Danramil, Kapolsek, dan lain sebagainya.
“Selamat hari ulang tahun PGRI ke 76 dan hari guru nasional”ucap Helmi
Masih kata Helmi, saya sebagai Pemerintah Daerah dan saya pribadi ucapkan beribu-ribu, berjuta-juta terimakasih kepada Bapak/Ibu yang sudah mengabdikan diri menjadi guru di tempat-tempat pendidikan.”lanjutnya.
Terkait usulan-usulan kepada Pemerintah Pusat, saya sebagai wakil Bupati Garut berada di pihak Guru-guru honorer untuk memperjuangkan bersama. Karena Bapak Ibu sekalian saya kebayang komposisi 200 banding 300, yaitu 200 PNS, 300 guru honorer.
Tentang lama sudah mengabdi guru honorer namun belum diangkat,sebut Helmi,setiap tahun kan ada, sekarang kan melalui mekanisme tes CAT baik, PNS maupun yang P3K.
Jadi yang umur lebih dari 35 tahun masuk P3K, yang turun 35 kan bisa langsung tes PNS. Jadi setiap tahun itu ada”, sebutnya.
“Kalaulah belum diangkat semua jadi keterbatasan kuota termasuk terakhir karena memang anggaranya juga terbatas dan sesuai dengan anggaran yang ada”
Tadi ada permintaan bahwa yang bahasa Inggrisnya lolos untuk tidak ikut tes lagi,jadi dipertimbangkan dan kita nanti usulkan kepada pusat agar yang sudah lolos tidak usah di tes lagi, tinggal diangkat saja begitu. Kita usulkan karena yang punya kebijakan adalah pemerintah pusat’.jelasnya
“Saya paham PGRI adalah organisasi yang paling Ngeselin, paling sulit. Karena guru itu harus menjadi teladan termasuk organisasinya”.
Kami juga punya organisasi provinsi beberapa provinsi juga menganggap itu adalah benar bahwa PGRI adalah organisasi yang paling solid yang berhasil memperjuangkan aspirasi para anggotanya sesuai dengan temanya bangkit guruku, maju Negeriku Indonesia tumbuh”. ungkapnya.
Ketua PGRI Cabang Karangpawitan Garut, Drs.Arif Ganjar, S.Pd turut mengatakan, hari ini kita sedang memperingati resepsi HUT PGRI ke 76 dan hari guru nasional. Namun yang sekarang ini sangat berbeda dibanding dengan Tahun-tahun sebelum pandemi.”
Biasanya cukup meriah tanpa ada biaya tambahan dari anggota semata-mata hanya mengandalkan dari iuran anggota.Tapi untuk waktu yang sekarang dikarenakan iuran anggota dari khususnya para pegawai negri semakin tahun semakin berkurang yang rata -rata 35 tahun, yang setiap tahun memasuki massa pensiun. Sehingga otomatis anggotanya semakin tahun berkurang itulah menurut kami yang menjadi kendala”. katanya.
Redaksi@03
Terimakasih telah membaca Mediasakti.id
Dapatkan informasi, inspiratif dan insight di e-mail kamu
Daftarkan e-mail























