Beranda Pendidikan Dugaan Penculikan Bayangi Audensi FORTABES Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya,”Indikasi Intimidasi Menguat”

Dugaan Penculikan Bayangi Audensi FORTABES Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya,”Indikasi Intimidasi Menguat”

34

Kabupaten Tasikmalaya, mediasakti.id,-

Forum Tasikmalaya Bersatu (Fortabes) melakukan audiensi dengan pihak Dinas Pendidikan kabupaten tasikmalaya guna membahas kegiatan revitalisasi yang diduga banyak menyalahi aturan. Dalam pertemuan tersebut, hadir langsung kepala Dinas dengan didampingi kepala bidang SD, SMP, dan kepala bidang kebudayaan.

Sebelum audiensi dimulai, masa sempat memanas karena ada intimidasi atau penculikan terhadap salah satu anggota fortabes selama kurang lebih 10 menit sebelum audiensi di mulai. Penculikan tersebut diduga dilakukan salah satu oknum external yang diduga merupakan suruhan dari oknum pejabat internal disdikbud kabupaten Tasikmalaya. Setelah korban yang diduga di culik masuk aula, audiensi di mulai dan dari kejadian tersebut sudah tebukti kalau disdikbud kabupaten Tasikmalaya diduga di back up.

Dalam audiensi tersebut, Ryan Nurfalah selaku ketua Fortabes menyampaikan sejumlah temuan di lapangan dan keluhan masyarakat terkait pelaksanaan kegiatan proyek revitalisasi tahun anggaran 2026 yang bersumber dari APBN yang dinilai tidak transparan serta berpotensi melanggar prosedur yang berlaku. Selasa, 21/04/2026.

“Kami Fortabes menyoroti adanya indikasi ketidaksesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan di lapangan, termasuk dugaan kurangnya sosialisasi kepada warga terdampak. Mereka juga meminta kejelasan mengenai perizinan serta pengawasan proyek agar tidak merugikan masyarakat maupun lingkungan sekitar”.

Ryan Nurfalah memambahkan, dirinya sudah beberapa kali melayangkan surat audiensi ke Dinas pendidikan akan tetapi selalu terhambat karena selalu ada oknum yang menghalang-halangi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Tasikmalaya, Wandi menyatakan bahwa dirinya akan menindaklanjuti laporan yang disampaikan dengan melakukan evaluasi dan peninjauan ulang terhadap kegiatan revitalisasi tersebut. Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai aturan serta mengedepankan kepentingan publik.

(Joko S Fore).