Kab Pangandaran, Mediasakti.id,- Beredar luas informasi melalui voice note Minggu (27/2/2022), bahwa Sekertaris Desa se- Kabupaten Pangandaran akan berkumpul di Bojongsalawe (Bojes), Parigi untuk melakukan musyawarah.
Para sekdes mempertanyakan mengapa hak-hak mereka hingga saat ini belum juga cair. Kami meminta keadilan.
Salah seorang perangkat desa, mengatakan, Senin (28/2/2022) besok Ia dan sekdes lainnya akan berkumpul di Bojongsalawe.
“Insyaallah, besok (28/2/2022) kita rombongan, artinya para sekdes akan berangkat ke Bojongsalawe,” ujarnya saat dihubungi, Minggu (27/2/2022) sore.
Namun, untuk sementara yang mengikuti hanya beberapa Sekdes. Karena, sebagian ada yang sedang sakit terpapar Covid-19 dan ada yang masih mempunyai kesibukan.
“Dan sebenarnya 3 hari kebelakang, kita sudah siap-siap. Karena sekarang ini momennya, kita berbicara fakta di lapangan, apa yang dirasakan di lapangan jangan sampai ditutup tutupi. Dan kalau ditutupi, mau sampai kapan ditutup tutupi terus?”
“Jadi, sekarang momennya kita satukan bersama, kita ungkapkan bersama, dan mau bagaimana,” ucapnya.
Menurutnya, hal tersebut dilakukan karena sebenarnya pihaknya ada yang belum dimengerti tentang ADD yang tahap tiga pada tahun 2021 itu belum tersalurkan.
“ADD tahap ketiga tahun 2021 itu belum tersalurkan, padahal itu tahap terakhir dan harusnya sudah tersalurkan tahun kemarin (tahun 2021).
Tapi ternyata, dari Dinsos PMD itu akan dipotong. Dan kita tidak tahu alasannya kenapa, legalitas hukumnya seperti apa? Kita tidak tahu.”
“Apakah hanya lisan saja dari Kabid dan Kadis, itu mana kekuatannya? Apa alasannya, kenapa sampai dipotong (anggaran ADD)?,” ucapnya.
Dipotong itu, misalnya anggaran ADD yang tahap tiga itu misalkan Rp 20 juta tapi dipotong ada sekitar Rp 10 juta.
“Berarti, anggarannya dipotong setengahnya, seperti itu. Tapi itu, tidak ada surat edarannya, hanya berbentuk lisan saja,” katanya.
Pokoknya, tambah Ia, besok (28/2/2022) bersama Sekdes lainnya jadi ke Bojongsalawe.
“Kalau perangkat Desa lain tidak ikut, hanya untuk sementara silaturahmi para sekdes. Nanti (hasilnya) diinformasikan ke perangkat desa yang lain.”
“Memang, wacana infonya audensi, demo dan lainnya, tapi kita gak seperti itu, kita hanya silaturahmi saja,” ujarnya.
Dedi Irfan
Mediasakti.id Pangandaran























