Beranda Regional Jabodetabek Untuk Membuat Kerajinan Cangkir Bambu Butuh Kesabaran dan Keuletan.

Untuk Membuat Kerajinan Cangkir Bambu Butuh Kesabaran dan Keuletan.

950

Ciomas Kab Bogor, MediaSakti.id,- Untuk membuat kerajinan tangan butuh kesabaran dan keuletan, seperti hal nya Samsul Rijal (42) Tahun, Pengerajin cangkir bambu ukir yang yang berada di Asrama Badak Putih RT 02 RW 10  no 6 Desa Kota Batu Kecamatan Ciomas kabupaten bogor, setiap harinya bisa membuat satu lusin cangkir

Bukan hanya cankir saja yang dapat di work shop nya, ada juga teko, mug, tambler, tas, tempat tembakau, tempat lipstik,  termos, lukisan dan untuk bahanya bambu tali dan bambu hitam ia dapat dari wilayah sukabumi.

Samsul Rijal menceritakan,Awal mulanya ia bekerja di salah satu perusahaan, karena dampak dari covid akhirnya ia kena pengurangan karyawan. Dari situlah sejak tahun 2020 dirinya mulai menggeluti pembuatan cangkir dari bambu. Semenjak bekerja di tempat lain iseng iseng coba membuat cangkir dari bambu dan itu secara otodidak dan kebetulan punya darah seni juga.

“Nah dari situ coba perlahan coba pasarkan melalui teman ke teman, mulai dari situ banyak yang pesan dan pada akhirya say  memfokuskan usaha kerajinan tangan yang terbuat dari bahan bambu salah satu bahan ramah lingkungan,” katanya.

Lanjut samsul,, untuk tingkat kesulitan pembuatan dari bambu adalah cara pengeringannya karena tidak sampai kering maka bambu akan tumbuh jamur sehingga bambu tersebut keropos,” ujar dia.

Samsul menambahkan, namun dalam pengerjaan masih manual belum pakai alat yang modern hanya menggunakan golok, gergaji dan mesin penghalus. Tapi cangkir bambu ini aman untuk digunakan karena tidak memakai bahan kimia.

Adapun untuk pengerjaan tidak ada namun dari tingkat kesulitan dari pengeringan, karena sampai kurang kering  maka bambu akan tumbuh jamur,” tuturnya.

Kendati demikian, Produksi dalam satu hari bisa menghasilkan satu lusin cangkir. Saat ini pemasaran ke wilayah Bogor, Jakarta, Bekasi, Sulawesi dan Batam.

Bicara harga untuk jenis cangkir dengan harga 20 ribu per pcs, 200 ribu teko, 120 tamler dan lukisan ukuran besar sampai 5 juta.

Samsul mempunyai obsesi kedepannya ingin memiliki sanggar seni budaya untuk mengedukasi bagi anak anak usia dini, untuk mengenalkan produk dari bahan baku bambu,” harapnya.

Jurnalis : Sopyan Hadi.