Beranda Regional Priangan Timur Hadapi Ancaman Sampah dan Perubahan Iklim, Ciamis Cetak Generasi Peduli Lingkungan Melalui...

Hadapi Ancaman Sampah dan Perubahan Iklim, Ciamis Cetak Generasi Peduli Lingkungan Melalui Adiwiyata

29

Ciamis, Mediasakti.id ,-

Upaya membangun generasi yang peduli terhadap lingkungan terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Ciamis. Melalui Program Adiwiyata, Pemkab Ciamis menganugerahkan Penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten Tahun 2026 kepada 10 sekolah yang dinilai berhasil menumbuhkan budaya ramah lingkungan secara berkelanjutan.

Penghargaan tersebut diberikan melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis setelah para peserta melewati tahapan seleksi ketat, mulai dari verifikasi administrasi, penilaian dokumen hingga verifikasi lapangan oleh tim penilai.

Sepuluh sekolah penerima penghargaan yakni SMPN 1 Sadananya, SMPN 2 Jatinagara, MI Bojongsari, MI Panyingkiran, SDN 1 Purwajaya, SDN 2 Bangunsari, SDN 2 Ciherang, SDN 2 Muktisari, SDN 1 Cintaratu, dan SDIT Salsabila.

Pemkab Ciamis juga memberikan apresiasi kepada sekolah yang sukses mengharumkan nama daerah di tingkat nasional. SMAN 2 Banjarsari dan SMP IT Al Hasan Ciamis meraih predikat Sekolah Adiwiyata Nasional Tahun 2025, sedangkan MTsN 1 Ciamis dan MTsS Harapan Baru berhasil menyandang status Sekolah Adiwiyata Mandiri Tahun 2025.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPRKPLH Kabupaten Ciamis, Budi Slamet, menegaskan Program Adiwiyata bukan sekadar mengejar penghargaan, tetapi menjadi instrumen strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap lingkungan.

Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam membangun kesadaran lingkungan di tengah ancaman persoalan sampah, pencemaran, hingga dampak perubahan iklim yang semakin nyata.

“Program Adiwiyata bukan sekadar mengejar penghargaan. Yang lebih penting adalah bagaimana sekolah mampu menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan kepada peserta didik sehingga menjadi kebiasaan dan karakter yang terbawa hingga dewasa,” ujar Budi, Selasa (23/6/2026).

Ia menjelaskan, implementasi Program Adiwiyata tidak hanya sebatas pembelajaran di kelas, tetapi diwujudkan melalui berbagai kegiatan nyata seperti pengelolaan sampah, konservasi air dan energi, penghijauan lingkungan sekolah, pelestarian keanekaragaman hayati, hingga pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat.

“Anak-anak belajar memilah sampah, merawat tanaman, menghemat penggunaan air dan listrik, serta menjaga kebersihan lingkungan. Kebiasaan sederhana seperti ini memiliki dampak besar dalam membentuk karakter peduli lingkungan,” katanya.

Budi menilai keberhasilan sekolah-sekolah di Kabupaten Ciamis meraih penghargaan Adiwiyata di tingkat kabupaten maupun nasional menjadi bukti bahwa pendidikan lingkungan hidup semakin berkembang dan mendapat perhatian serius dari seluruh warga sekolah.

“Ketika kesadaran lingkungan ditanamkan sejak usia sekolah, maka yang lahir bukan hanya generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga generasi yang memiliki tanggung jawab terhadap masa depan bumi,” ungkapnya.

Menurut Budi, keberhasilan Program Adiwiyata tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Dukungan orang tua, masyarakat, dunia usaha, komunitas lingkungan, dan pemerintah menjadi kunci terciptanya ekosistem pendidikan yang mendukung budaya peduli lingkungan.

Karena itu, DPRKPLH Kabupaten Ciamis akan terus mendorong lahirnya sekolah-sekolah Adiwiyata baru setiap tahun sebagai bagian dari upaya mewujudkan Ciamis yang bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan.

Penyerahan piagam, plakat, serta bantuan sarana pengelolaan lingkungan kepada sekolah penerima penghargaan menjadi penutup kegiatan sekaligus penegasan komitmen bersama menjadikan sekolah sebagai pusat pendidikan lingkungan dan pencetak generasi yang peduli terhadap kelestarian alam.
( Dods ).