Konferensi Pers Efendi Simbolon (Anggota Komisi I DPR RI) di Ruang Rapat Fraksi PDIP DPR RI, Lantai 7, Gedung Nusantara I MPR/DPR RI Jakarta Pusat.
Jakarta, Media Sakti.id, – Pada Rabu tanggal 14 September 2022, pukul 11.25 WIB bertempat di Ruang Rapat Fraksi PDIP DPR RI, Lantai 7, Gd. Nusantara I MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat telah berlangsung Konferensi Pers Effendi Simbolon (Anggota Fraksi PDIP DPR RI) di dampingi Utut Adianto (!Ketua FPDI P) terkait ucapan yang menyinggung TNI seperti gerombolan/ormas.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Utut Adianto (Ketua Fraksi PDIP DPR RI), Effendi MS. Simbolon (Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDIP) beserta dari jajaran rekan-rekan media yang ikut menyaksikan prihal tersebut.
Ketua Fraksi PDIP DPR RI, Utut Adianto mengatakan bahwa Kami pastikan Pak Effendy tidak punya niat yang tidak baik, konteks sesungguhnya adalah menguatkan TNI namun Kadang ada diksi yang tidak pas, yang dampaknya luas. Semoga dengan penjelasan Pak Effendi, situasi bisa adem lagi. Sebagai pimpinan fraksi, kami pastikan Pak Effendi tidak punya niatan yang tidak baik hanya saja beliau ingin TNI punya jiwa Korea yang kuat dan saling menghargai serta Kami memastikan bahwa di PDIP mencintai TNI. Semoga setelah ini situasi kondusif dan para prajurit TNI bisa kembali bekerja.
Ada yang menanyakan Apakah ada langkah kita bertemu dengan KSAD ? Silaturahmi akan kami jalankan, kami sudah bicara dengan Panglima dan KSAD. Semua ini niatnya baik dan tidak saling menegaskan apalagi Kepentingan republik jauh lebih penting.
Untuk itu Kami akan komunikasi dan diharapkan bisa bertemu Panglima dan Pak KSAD karena TNI adalah pemersatu bangsa.Pungkas Utut Adianto.
Disamping itu Effendi MS. Simbolon (Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDIP) menjelaskan bahwa Pada kesempatan ini saya mau menyampaikan sehubungan dengan apa yg terjadi di rapat dengar pendapat atau rapat kerja antara komisi I DPR RI dengan Kemhan Panglima TNI dan para kepala staf pokok bahasan di RDP itu topiknya adalah pembahasan anggaran RKAL tahun 2023 dan juga membahas isu2 aktual.
Dan Dalam kesempatan rapat itu kemudian pimpinan menyampaikan bahwa topik bahasannya sesuai dengan undangan yg tertera, Dari situlah kemudian saya memahami bahwa ada beberapa point yang saya ingin mendapatkan penjelasan baik dari Menhan, dari Panglima TNI dan para kepala staf.
Hal ini terkait dengan pokok bahasan di RDP mengenai pembahasan anggaran RKA/KL dan membahas isu isu aktual. Saat membahas RKA/KL karena masih pagu indikatif tidak terlalu banyak pembahasan. kemudian masuk ke isu isu aktual, saya bertanya kepada Panglima dan KSAD sehubungan dengan adanya hal hal yang menyangkut disharmoni. Pada kesempatan itu KSAD tidak hadir. Poin saya adalah lebih baik kalau Panglima dan KSAD hadir sehubungan dengan penjelasan yang ingin kami dapatkan.
Saya menyadari pernyataan ini (TNI seperti gerombolan/Ormas) membuat tidak nyaman dan Pihak pihak yang merasa tersinggung mengenai seputar gerombolan dan ormas, saya tidak menstigma TNI seperti ormas.Dan Saya dari lubuk hati yang paling dalam, mohon maaf apabila ada perkataan saya yang membuat tidak nyaman dan menyakiti siapapun.
Jujur Saya tidak ada maksud niatan menyatakan apa yang muncul di publik, sehingga Permohonan maaf ini saya tujukan kepada Panglima TNI dan KSAD, KSAL, KSAU dan seluruh prajurit TNI.bahwa yang sebenarnya Saya mencintai TNI dan kita berharap mencintai TNI tidak dengan mengurangi hal-hal yang tidak pas bagi institusi TNI.
Sayapun sudah menemui Panglima TNI untuk memohon maaf dan Panglima TNI mengatakan tidak ada masalah, jadi Klier Ke KSAD saya sudah minta waktu tapi belum direspon. Saya bertanggung jawab atas sikap yang saya lakukan dan yang jelas misi saya datang untuk meminta maaf.
Deni Handersen (*)























