Beranda Regional Priangan Barat Pemeritah Desa Ubrug Menggelar Rembuk Stunting di Aula Kantor Desa

Pemeritah Desa Ubrug Menggelar Rembuk Stunting di Aula Kantor Desa

380

Sukabumi, Media Sakti.id,- Rembuk stunting ini merupakan salah satu rangkaian pramusyawarah desa untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa tahun 2023, juga menjadi amanat Pemerintah Pusat dan Kabupaten terhadap pemerintah desa agar memprioritaskan penggunaan dana desa tahun 2023 untuk pencegahan dan penanganan stunting.

Adapun Peserta dari rembuk stunting desa yaitu Kepala Desa Henhen Suhendi, Kader Pembangunan Manusia (KPM),Perwakilan Puskesmas Palanro, Tenaga Ahli Kabupaten, Aparatur Desa, BPD, PD, PLD, Kader Posyandu,Guru PAUD, PKK, Bidan Desa dan dari pihak puskesmas warungkiara.Rembuk stunting ini sifatnya wajib dilaksanakan di setiap desa karna diinstruksikan langsung dari pemerintah pusat berdasarkan regulasi.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Desa Ubrug, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi.Kamis (29/12/2022)

Henhen Suhendi juga mengatakan bahwa Permasalahan stunting menjadi prioritas pemerintah dikarenakan masalah ini memengaruhi kualitas SDM yakni terhambatnya tumbuh kembang anak. Oleh sebab itu, program ini harus dilaksanakan secara konvergen atau terpusat, terpadu, terkoordinasi oleh berbagai lintas sektor,mengingat urgensi persoalan stunting ini, maka diwajibkan Bagi Desa menuangkan dalam RKP Desa dan APBDes untuk memastikan adanya program penanganan dan pencegahan stunting.

Lanjut Henhen Langkah ini diambil dengan harapan dapat membangun kapasitas dan komitmen pemerintah desa dalam merencanakan, mengimplementasikan, memantau, dan mengevaluasi intervensi yang terpusat guna mengurangi angka gagal tumbuh anak. Hal ini menjadi penting sebab pencegahan dan penanganan stunting menjadi salah komitmen pencapaian pemerintah dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Untuk itu kedepannya ada rencana bantuan dari pemerintah bahwa bagi masyarakat yang terkena gejala stunting atau sudah terdampak stunting akan diadakan makan setiap hari di Aula Desa Ubrug yang dibantu juga sama pihak puskesmas dan akan berjalan selama 3 bulan untuk tahapan pertama serta bisa diperpanjang sampai 6 bulan. Sehingga masalah stunting bisa teratasi sekecil mungkin karena di warga saya saat ini ada sekitar 2-3 % yang terdampak stunting.Pungkas Kepala Desa

Deni Handersen