Kab GARUT, mediasakti.id,- Maksud ingin memiliki bangunan representativ, terancam gagal karena anggaran disunat 50 persen oleh pihak pengusung. Kondisi ini dikeluhkan oleh pihak Pondok Pesantren Darussalam yang terletak di Kampung Cibeulah Rt 02/07, Desa Mekarluyu, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
“Proyek ini anggarannya sekitar 300 jutaan tapi ada komitmen fivety – fivety. Sehingga, kami menerimanya hanya 150 jutaan,” tutur Pimpinan Pondok Pesantren Darusalam Ustadz Nana Sumarna, saat ditemui di kediamannya, Rabu (21/6).
Menurut Nana, proyek tersebut diperoleh atas tawaran dari seseorang yang mengaku tim dari salah seorang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Partai Golongan Karya (Golkar). Kata Nana, beberapa klausul komitmen yang dibuat termasuk perihal pembuatan SPJ kedepan ditangani oleh pihak pengusung.
“Jadi termasuk SPJ untuk pembangunan ini ditangani oleh pengusung, Kita hanya mengdokumentasikan setiap progres pembangunannya, kan sekarang online kita foto seperti belanjanya bahannya, terus progres nya kita kirim ke pengusung,”ujarnya.
Mengatasi kondisi tersebut, Nana mengatakan anggaran yang sudah diterimanya langsung disalurkan ke toko bangunan. Ia juga mengaku akan kebingungan kebutuhan dana talang untuk menutupi sesuai spesifikasi perencanaan.
“Begitu dana sudah kami terima, langsung saya belanjakan material dan bon pembayaran saya foto lalu dikirim ke pihak pengusung guna kelengkapan SPJ. Pihak kami hanya sekedar penerima manfaat, jadi tahunya berkaitan hal – hal pertanggung jawaban kami serahkan ke mereka (pengusung),”katanya.
Nana menyebut pihak pengusung itu ada dua, yang Ia tau orang Banyuresmi dan orang Samarang, Garut.
“Yang Saya tau orang Banyuresmi sama orang Samarang, ada dua orang Pak,”sebutnya.
Pantauan di lokasi, Pembangunan Ponpes Darussalam dari Aspirasi Dewan itu pun tidak disertai papan proyek, seyogyanya setiap anggaran yang bersumber dari Pemerintah wajib menyertai papan informasi pembangunan sesuai dengan Undang-Undang No. 14 tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik.
“Ya Saya lupa belum bikin papan informasi proyek nya,”cetusnya.
Sampai berita ini ditayangkan belum ada klarifikasi dari pihak pengusung partai Golkar terkait dengan komitmen 50 % pembangunan ponpes Darussalam yang berada di Kampung Cibeulah, Desa Mekarluyu, Kecamatan Sukawening, Garut.(Saepudin,Davit)























