Banjar, Medis Sakti ID,- Wilayah Kota Banjar yang dilalui Sungai Citanduy mempunyai ciri khas ikan yang hidup di daerah Parakan Kuwu Doboku Pataruman.
Parakan kuwu adalah sebuah tempat di mana para pemancing sering datang dan parakan kuwu merupakan habitat nya ikan bebeong.
Ikan bebeong ini menjadi ide cemerlang dari Yadi Suryadi Praja,.S.Sos M.AP selaku PNS di kota banjar untuk menggagas konsep batik dengan ciri khas ikan bebeong dililit dengan daun tarum. Dengan filosofi nya ikan bebeong yang habitat nya di sungai Citanduy dengan di lilit daun tarum yang merupakan ikon kota banjar patroman yang berasal dari kata Banjar Pataruman jadi ikan bebeong di lilit daun tarum mencerminkan identitas kota banjar.
Heri Susanto owner Gendis batik seorang pengrajin batik Kota Banjar berkolaborasi dengan Yadi mengangkat spesies ikan bebeong dan varietas dari tanaman tarum tersebut yang di aplikasikan dalam bentuk motif batik. Dan hal tersebut tentunya dengan berbagai banyak pertimbangan dan hasil penelitian akhirnya di sepakati nama batik tersebut adalah batik Parakan Kuwu (bebeong dan daun tarum)
Yadi menyampaikan bahwa gagasan batik parakan kuwu ini hasil kolaborasi dengan Heri Susanto.
Yadi pun menceritakan pertama kali menggagas batik bebeong dan daun tarum dari 25 Februari 2021 dan dengan perjalanan yang lumayan sangat panjang bersama pak heri alhamdulilah mendapatkan hasil yang sangat menggembirakan yaitu sekarang untuk batik bebeong yang di lilit daun tarum sudah memiliki Hak Paten pertanggal 15 Febuari Tahun 2024.
Adapun harapan saya lanjut yadi adalah selain batik ikan bebeong dan tarum, nantinya motif batik yang lainnya dapat juga memperoleh hak paten. Selain itu, Yadi berharap Ikan bebeong ini bisa menjadi logo simbol patung ciri khas kota banjar dan ke depan nya semoga banyak lagi penggagas yang membuat bangga Pemerintahan Kota Banjar sehingga natik Kota Banjar dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas dan UMKM pengrajin batik di Kota Banjar lebih maju dan meningkat kesejahteraannya.
(Dirman)























