Beranda Regional Priangan Timur Ratusan Kolam Terdampak, Petani Ikan Rugi Besar

Ratusan Kolam Terdampak, Petani Ikan Rugi Besar

88

Ciamis, Mediasakti.id ,-

Ratusan kolam budidaya ikan milik warga di Dusun Lebak Lipung, RW 15, Desa Imbanagara, Kecamatan Ciamis, dilanda kematian ikan secara massal. Para pembudidaya mengalami kerugian besar setelah air kolam mendadak berubah kehitaman, berbau menyengat, dan diduga tercemar limbah yang masuk melalui saluran irigasi.

Salah seorang pembudidaya, Sutisna, mengatakan kondisi air berubah drastis dalam waktu singkat. Air yang selama ini jernih, bahkan saat musim kemarau, tiba-tiba menghitam dan mengeluarkan bau menyengat. Tak lama berselang, ikan-ikan di kolam terlihat mabuk sebelum akhirnya mati.

“Biasanya air di sini tetap bening meskipun musim kemarau. Sekarang berubah hitam, berbau limbah, lalu ikan-ikan mabuk dan mati,” ujar Sutisna, Jumat (17/7/2026).

Menurutnya, limbah diduga berasal dari kandang sapi, pabrik tahu, dan limbah rumah tangga di wilayah Dusun Cibodas, Desa Cisadap, yang mengalir melalui saluran irigasi menuju kolam-kolam budidaya.

Sedikitnya lebih dari 100 kolam dilaporkan terdampak. Di dua kolam milik Sutisna saja, sekitar 80 kilogram ikan mas, tawes, dan mujair mati. Seluruh ikan yang mati tidak dapat dijual maupun dikonsumsi karena telah mengeluarkan bau busuk.

“Ikan yang mati sudah tidak layak dimanfaatkan. Terpaksa kami buang. Kerugian petani ikan sangat besar,” katanya.

Ketua RW 15 Dusun Lebak Lipung, Yono, membenarkan banyaknya laporan warga terkait kematian ikan. Setelah menerima pengaduan, pihaknya langsung melakukan peninjauan lapangan dan melaporkannya kepada Pemerintah Desa Imbanagara agar segera ditindaklanjuti bersama instansi terkait.

Menurut Yono, persoalan bukan terletak pada minimnya debit air karena pasokan air ke kolam masih mencukupi. Warga justru menduga kualitas air yang menurun menjadi penyebab utama kematian ikan.

“Kami berharap instansi terkait segera turun ke lapangan untuk memastikan penyebabnya. Jangan sampai kejadian seperti ini terus berulang dan merugikan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cisadap, H. M. Muslih, menyatakan hasil pemeriksaan dan uji laboratorium DPRKPLH Kabupaten Ciamis menunjukkan sampel air limbah yang diperiksa tidak bermasalah.

Menurutnya, kematian ikan diduga lebih dipengaruhi berkurangnya pasokan air pada musim kemarau, bukan semata-mata akibat pencemaran limbah.

Meski demikian, Pemerintah Desa Cisadap memastikan akan menindaklanjuti laporan warga dengan berkoordinasi bersama kelompok tani serta melakukan pengecekan langsung ke lokasi kandang sapi untuk memastikan sistem pengelolaan limbah berjalan sesuai ketentuan.

Hingga kini, penyebab pasti kematian ikan masih menunggu hasil investigasi lebih lanjut. Warga mendesak pemerintah dan instansi terkait segera mengungkap penyebabnya agar kerugian para pembudidaya tidak terus bertambah dan peristiwa serupa tidak kembali terjadi. ( Dods ).