Beranda Kesehatan Deteksi Dini TBC, Tirta Medical Center dan Puskesmas Gelar Rontgen Gratis untuk...

Deteksi Dini TBC, Tirta Medical Center dan Puskesmas Gelar Rontgen Gratis untuk Warga

477

Ciamis , Mediasakti.id ,-

Upaya pemerintah untuk menekan angka kasus Tuberkulosis (TBC) terus dilakukan melalui berbagai program. Salah satunya adalah Active Case Finding Tuberculosis (ACF TB), kegiatan screening TBC yang digagas Kementerian Kesehatan RI melalui anggaran APBN 2025. Program ini dilaksanakan serentak di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Ciamis, dengan melibatkan Tirta Medical Center dan puskesmas setempat.

Rizky Rahmawati, perwakilan dari Tirta Medical Center, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program HIV Kemenkes yang menyasar ribuan puskesmas di seluruh Indonesia. “Targetnya ada 3.020 puskesmas. Setiap puskesmas diberikan kuota 150 orang, sehingga secara keseluruhan lebih dari 3.000 warga akan menjalani pemeriksaan rontgen dan screening TBC dini,” ujarnya. Selasa, 30/9/2025

Rizky menuturkan bahwa pemeriksaan yang dilakukan meliputi rontgen dada untuk mendeteksi gejala TBC serta screening kepada kelompok masyarakat berisiko tinggi. Adapun sasaran kegiatan ini dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontak erat dengan pasien TB, penderita diabetes melitus, perokok, masyarakat dengan gizi buruk, serta orang dengan HIV (ODHIV).

“Kami berharap melalui kegiatan ini, masyarakat yang memiliki risiko dapat lebih cepat terdeteksi. TBC itu bisa diobati, asalkan pasien patuh minum obat secara rutin selama enam bulan dan selalu kontrol ke dokter. Jadi, penting sekali untuk mengetahui kondisi sejak dini agar penanganan lebih efektif,” tambahnya.

Kegiatan ini juga melibatkan kader puskesmas dan petugas kesehatan setempat, yang bertugas membantu mendata, mengarahkan, serta memastikan sasaran program sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Dengan pendekatan ini, diharapkan masyarakat lebih mudah terjangkau dan pemeriksaan berlangsung lancar.

Sementara itu, dr. Reni Cahya Aprianti Kepala Puskesmas Imbanagara menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung program Kemenkes dengan menghadirkan layanan Rontgen Mobile. Layanan ini diberikan secara gratis kepada masyarakat yang dicurigai memiliki gejala TBC maupun yang pernah kontak dengan pasien TB.

“Target sasaran kami di puskesmas adalah 150 orang. Setelah pemeriksaan rontgen, hasilnya akan kami evaluasi dan tindak lanjuti. Dengan deteksi dini, kita bisa mengetahui lebih cepat apakah seseorang berisiko terkena TBC atau penyakit paru lainnya,” jelas dr. Reni.

Ia juga menambahkan bahwa pemeriksaan rontgen tidak hanya penting bagi pasien dengan gejala, tetapi juga bermanfaat untuk mengetahui kondisi kesehatan paru masyarakat secara umum. Dengan begitu, penanganan medis bisa lebih cepat dilakukan apabila ditemukan indikasi penyakit.

Program ini disambut positif oleh warga karena selain memberikan layanan kesehatan gratis, juga memberikan edukasi mengenai pentingnya pencegahan dan pengobatan TBC. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, diharapkan kasus TBC dapat ditekan dan angka kesembuhan meningkat.

Sebagai informasi, TBC masih menjadi salah satu penyakit menular dengan angka kasus tinggi di Indonesia. Pemerintah menargetkan eliminasi TBC pada tahun 2030, sehingga berbagai upaya deteksi dini dan pengobatan massal terus digencarkan.

“Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan sesuai target. Yang terpenting, semakin banyak masyarakat yang sadar pentingnya memeriksakan diri sejak dini. Dengan demikian, Indonesia bisa benar-benar bebas dari TBC,” pungkas Rizky. ( Dods ).