Beranda Regional Priangan Timur Desa Sukajadi Gencarkan Program STBM, Dorong Warga Stop Buang Air Besar Sembarangan

Desa Sukajadi Gencarkan Program STBM, Dorong Warga Stop Buang Air Besar Sembarangan

216

Ciamis , Mediasakti.id ,-

Pemerintah Desa Sukajadi, Kecamatan Sadananya, terus menggalakkan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dengan fokus pada pencapaian Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Desa Sukajadi, H. Emo, dalam kegiatan sosialisasi ODF yang melibatkan perangkat desa, RT, RW, dan para tokoh masyarakat.

“Intinya kami sedang mendorong masyarakat agar benar-benar terbebas dari kebiasaan buang air besar di kolam, sungai, maupun selokan. Karena hal itu bisa menimbulkan dampak pada kesehatan, terutama stunting dan gizi buruk,” ujar H. Emo. Selasa, 30/9/2025

Ia menjelaskan bahwa Desa Sukajadi sebelumnya telah mendapatkan program Sanimas sebanyak 23 titik yang tersebar di tiga dusun. Pembagian titik tersebut disesuaikan dengan luas wilayah masing-masing dusun. Selain itu, satu RT yakni RT 01 RW 08 bahkan sudah dinyatakan ODF sebelum pandemi COVID-19.

Namun, pandemi sempat menghambat kelanjutan program. Hingga kini, masih ditemukan sebagian warga yang membuang air besar ke kolam, sungai, dan saluran air. “Inilah yang menjadi perhatian kami. Warga kadang beralasan sederhana, katanya lebih praktis buang di selokan atau kolam. Padahal dampaknya bisa membahayakan kesehatan,” tambahnya.

Selain program sanitasi, Desa Sukajadi juga mendapat dukungan pembangunan infrastruktur dari Balai di Bandung, berupa Sanimas komunal yang dapat menampung hingga 15 kepala keluarga. Saat ini, sarana tersebut masih berfungsi dengan baik dan membantu meningkatkan kualitas sanitasi warga.

Tidak hanya itu, pada tahun 2023 desa ini juga memperoleh program penyediaan air bersih melalui pengeboran sumur di wilayah RT 08 RW 03. Air dari pengeboran tersebut dialirkan ke bak penampungan di lokasi tinggi sehingga mampu melayani lebih dari 80 kepala keluarga. Awalnya program ini hanya ditujukan bagi 66 kepala keluarga, namun karena debit air cukup besar, layanan diperluas untuk lebih banyak warga.

Menurut H. Emo, pengelolaan dana program dilakukan langsung melalui rekening PAMSIMAS dengan pendampingan dari relawan dan panitia, sehingga lebih transparan dan tepat sasaran. Total anggaran program Sanimas mencapai sekitar Rp100 juta per titik, sementara PAMSIMAS juga mendapat dukungan dana sekitar Rp400 juta.

Melalui berbagai upaya tersebut, Pemdes Sukajadi berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat, terutama dalam hal pentingnya memiliki septic tank tertutup di rumah masing-masing. “Pesan kami sederhana saja, jangan buang air besar sembarangan. Semua warga harus punya septic tank, agar sanitasi tetap sehat dan lingkungan terjaga,” tegasnya. ( Dods ).