Ciamis , Mediasakti.id ,—
Obyek Wisata Alam Leuwi Pamipiran yang terletak di Desa Tanjungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, bersiap menyambut libur Natal dan Tahun Baru 2026. Kawasan wisata yang berada di kaki Gunung Sawal dan dikelola oleh kelompok masyarakat bersama Perhutani ini terus berbenah untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengunjung.
Ketua kelompok pengelola Leuwi Pamipiran, Muslihudin, mengatakan bahwa pihaknya tengah memperkuat kesiapan anggota, terutama dalam hal keamanan dan fasilitas wisata.
“Insya Allah kami akan menguatkan aktivitas anggota, terutama dari sisi safety-nya. Sekarang sedang dibangun bendungan agar area kolam renang menjadi lebih lebar. Mudah-mudahan bisa selesai sebelum tahun baru,” ujarnya. Minggu,26/10/2026
Untuk fasilitas, Leuwi Pamipiran sudah menyediakan area toilet, tempat mandi, musala, serta gazebo bagi para pengunjung. Meski fasilitas ruang ganti masih terbatas, pengelola berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan secara bertahap.
Dari sisi panorama, kawasan wisata ini menawarkan keindahan alam yang asri dan alami.
“Pengunjung merasa bahagia dengan suasana alam yang sejuk dan alami di sini,” tambah Muslihudin.
Harga tiket masuk sendiri tidak mengalami kenaikan, tetap sama seperti sebelumnya antara Rp. 5000,- untuk tiket masuk dan Rp. 3000 untuk parkir.
Sementara itu, Rudiana selaku pendamping dari Perhutani, menjelaskan bahwa pihaknya fokus pada peningkatan keamanan dan kesiapsiagaan petugas, terutama menghadapi potensi cuaca ekstrem di akhir tahun.
“Kami menyiapkan SDM agar lebih siap menghadapi lonjakan pengunjung. Karena ini wisata air, aspek keamanan dan keselamatan harus jadi prioritas,” ujarnya.
Pihak pengelola juga menyiapkan sistem pembagian tugas dan patroli untuk memastikan kenyamanan pengunjung, termasuk bagi mereka yang melakukan camping di area wisata.
“Kami selalu mendampingi pengunjung yang bermalam di sini. Karena lokasinya jauh dari pemukiman, keamanan dan kenyamanan harus benar-benar dijaga,” jelas Rudiana.
Mengenai pengembangan ke depan, kawasan Leuwi Pamipiran telah memiliki rencana perluasan area wisata hingga sekitar 5–6 hektare. Namun, langkah tersebut dilakukan secara bertahap seiring dengan kesiapan sumber daya manusia dan kondisi alam di sekitar kawasan.
“Untuk sementara, kami optimalkan dulu yang ada, yang penting keamanan dan kenyamanan pengunjung tetap jadi fokus utama,” pungkas Rudiana. ( Dods ).























