Beranda Regional Bandung Raya Hari Anak Sedunia 2025, Ibu Yeti Serukan Penting Menjaga Mental dan Pergaulan...

Hari Anak Sedunia 2025, Ibu Yeti Serukan Penting Menjaga Mental dan Pergaulan Anak di Era Digital

511

Kabupaten Bandung , Mediasakti.id ,-

Peringatan Hari Anak Sedunia 2025 menjadi momen refleksi bagi banyak orang tua mengenai bagaimana anak-anak tumbuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Di salah satu sudut Kota Bandung, Ibu Yeti — seorang ibu rumah tangga yang juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial di lingkungannya — menyampaikan pandangannya tentang pentingnya menjaga mental dan pergaulan anak di era digital.

Aktif mendampingi berbagai kegiatan kemasyarakatan, terutama yang melibatkan anak-anak dan keluarga, membuat Ibu Yeti sering bersentuhan langsung dengan dinamika kehidupan para remaja dan anak usia sekolah di lingkungannya. Dari pengalamannya itulah ia menyadari bahwa perubahan digital membawa tantangan besar bagi tumbuh kembang mereka.

Baginya, Hari Anak Sedunia bukan sekadar perayaan simbolis, melainkan pengingat bahwa generasi muda perlu mendapatkan lingkungan yang aman, sehat, dan penuh bimbingan.

“Hari Anak Sedunia ini momen global untuk menegakkan kesejahteraan anak — pendidikannya, kesehatannya, dan pergaulannya. Kita harus mendukung penuh kehidupan mereka, terutama mental anak-anak di zaman sekarang,” ujar Ibu Yeti saat ditemui di Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung pada Kamis, 20 November 2025.

Ia mengakui bahwa perkembangan digital membawa banyak manfaat. Anak-anak dapat belajar lebih cepat, menemukan informasi baru, dan mengembangkan kreativitas. Namun, tanpa arahan orang tua, mereka bisa menghabiskan waktu terlalu lama di depan layar.

“Baiknya, anak-anak cepat mengerti dan bisa mempelajari banyak ilmu. Tapi buruknya, mereka sering tidak tahu waktu kalau sudah pegang handphone, apalagi kalau main game,” jelasnya.

Keterlibatannya dalam kegiatan sosial membuatnya peka terhadap perubahan perilaku anak-anak di lingkungannya. Ia kerap melihat bagaimana kurangnya pendampingan dapat membuat anak mudah terpengaruh konten yang tidak sesuai usianya.

“Anak-anak yang sedang main HP harus diperhatikan. Kita harus tahu apa yang mereka buka dan lakukan, supaya tidak terlalu jauh tenggelam dalam dunia digital itu dan tidak terjerumus ke hal-hal yang buruk,” tegasnya.

Melalui momentum Hari Anak Sedunia 2025, Ibu Yeti berharap semakin banyak orang tua yang sadar akan pentingnya peran pendampingan, baik di rumah maupun dalam kegiatan sosial. Menurutnya, kerja sama antara keluarga dan lingkungan adalah kunci untuk menjaga kesehatan mental dan kualitas pergaulan anak di tengah dunia digital yang terus berkembang.

Reporter: Uus