Beranda Kriminal Siswi SMAN 3 Ciamis Jadi Korban Pelemparan Batu Usai Laga Basket, Hampir...

Siswi SMAN 3 Ciamis Jadi Korban Pelemparan Batu Usai Laga Basket, Hampir Terjadi Bentrokan Antar Suporter

1771

Ciamis , Mediasakti.id ,-

Seorang siswi SMAN 3 Ciamis menjadi korban pelemparan batu seusai pertandingan semifinal basket Sport Festival Championship (SFC) 2025. Insiden ini terjadi pada Selasa (25/11/2025) malam dan memicu situasi memanas hingga hampir terjadi bentrokan antar pendukung dua sekolah.

Peristiwa bermula setelah laga semifinal antara tim SMAN 3 Ciamis dan SMKN 2 Ciamis di Gelanggang Galuh Taruna (GGT). Pertandingan yang berlangsung dengan intensitas tinggi itu berakhir dengan kemenangan SMAN 3 Ciamis dengan skor 34–10. Suasana pertandingan sendiri diwarnai psywar antardua kubu suporter.

Diduga karena tidak puas dengan hasil pertandingan, lima orang yang diduga pendukung SMKN 2 Ciamis mengejar salah satu suporter SMAN 3 saat perjalanan pulang dari GGT. Di Jalan Ahmad Dahlan, kawasan Karanggedang, korban bernama Salma, siswi kelas X SMAN 3, disalip dua motor berbonceng lima. Salah satu dari mereka melempar batu ke arah wajah Salma lalu kabur.

Akibatnya, bibir dan hidung Salma mengalami luka robek hingga mengeluarkan banyak darah. Meski demikian, ia tetap berusaha pulang ke rumah.

“Meskipun darah bercucuran di sepanjang jalan, saya paksakan pulang ke rumah. Saya yakin mereka siswa SMKN 2 karena bajunya bertuliskan GLORY XTM yang identik dengan SMKN 2 Ciamis,” ujar Salma.

Dalam waktu hampir bersamaan, ketegangan muncul di halaman SMAN 3 Ciamis yang menjadi titik kumpul suporter usai pertandingan. Sejumlah siswa SMKN 2 Ciamis diduga datang ke lokasi untuk memancing keributan dengan masuk ke area sekolah.

Kehadiran mereka sempat membuat warga sekitar keluar rumah karena penasaran. Seorang saksi, Andri, mengatakan bahwa ia sempat ditantang oleh beberapa siswa yang hendak memicu bentrok.

“Saya sangat menyayangkan kejadian ini. Ini tidak layak ditiru, apalagi sampai masuk ke sekolah dan bahkan mengabaikan guru mereka sendiri,” ujarnya.

Tak lama kemudian, dua motor lain kembali datang dan menantang siswa SMAN 3. Namun karena kehadiran warga serta guru SMAN 3, kelompok tersebut memilih kabur ke arah barat. Upaya pengejaran sempat dilakukan oleh seorang guru SMKN 2, tetapi guru tersebut justru terjatuh setelah diduga dilumpuhkan oleh siswanya sendiri saat mencoba menghentikan mereka.

Guru SMAN 3 Ciamis, Rusna Apriatna, menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa yang menimpa siswinya.

“Kami sangat prihatin dan peduli. Kami tidak akan tinggal diam. Sekolah akan berdiskusi dengan IGORA dan KCD Wilayah XIII untuk menyikapi permasalahan ini,” ujarnya.

Sementara itu, upaya klarifikasi ke pihak SMKN 2 Ciamis tidak membuahkan hasil. Sejumlah wartawan yang datang ke kampus sekolah tersebut mengaku tidak dilayani oleh pihak berwenang.

“Awalnya kami disambut ramah oleh seorang guru dan diminta menunggu. Namun hampir satu jam menunggu, guru tersebut tidak kembali dan tidak ada pihak sekolah yang bersedia menemui kami,” kata salah seorang wartawan.
( Dods )