Ciamis , Mediasakti.id ,-
Forum Komunikasi Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (FKMS) Kabupaten Ciamis menyatakan sikap tegas: siap mengawal penuh instruksi Bupati Ciamis agar Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) tidak melenceng dari tujuan strategisnya sebagai pengungkit ekonomi daerah.
FKMS menilai, arah kebijakan Bupati yang menempatkan MBG bukan sekadar program sosial, melainkan sebagai lokomotif ekonomi kerakyatan, adalah langkah visioner yang wajib dikawal secara konkret di lapangan.
Ketua FKMS Ciamis, Andi Ali Fikri, menegaskan bahwa ekosistem Dapur MBG harus menjadi pasar pasti bagi produk lokal. Ia memastikan, petani, peternak, dan pelaku UMKM di Ciamis tidak boleh hanya jadi penonton dalam program besar ini.
“Ini bukan program bagi-bagi makanan. Ini adalah instrumen ekonomi. Dapur MBG harus menyerap hasil bumi Tatar Galuh secara maksimal. Kami pastikan perputaran uang tetap di Ciamis, bukan bocor ke luar daerah,” tegas Andi, Sabtu (28/3/2026).
FKMS, lanjutnya, akan mengunci komitmen seluruh mitra penyedia agar memprioritaskan bahan baku dari wilayah terdekat. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga efek berganda ekonomi tetap dirasakan langsung oleh masyarakat lokal.
Tak hanya itu, FKMS juga akan turun langsung melakukan pendampingan teknis kepada pelaku usaha lokal. Tujuannya jelas: memastikan kualitas produk seperti beras, daging, sayur, dan telur memenuhi standar gizi nasional, sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha kecil agar mampu bermain secara profesional.
Dalam aspek pengawasan, FKMS menegaskan komitmennya menjaga transparansi dan akuntabilitas rantai pasok. Validasi data dan distribusi akan dikawal ketat agar manfaat ekonomi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
“Jangan sampai program besar ini justru menguntungkan pihak luar. Kami berdiri di garis depan untuk memastikan dapur MBG di Ciamis hidup dari hasil keringat petani dan pelaku usaha lokal,” pungkas Andi.
FKMS optimistis, dengan sinergi kuat antara pemerintah daerah, mitra, dan masyarakat, Ciamis mampu menjadi model nasional dalam pengelolaan MBG yang tidak hanya sukses meningkatkan gizi, tetapi juga mandiri secara ekonomi.
( Dods )























