Beranda Regional Priangan Timur Kasus Stunting di Cikoneng Turun Signifikan, Puskesmas Tegaskan PMT Bukan Solusi Utama

Kasus Stunting di Cikoneng Turun Signifikan, Puskesmas Tegaskan PMT Bukan Solusi Utama

83

Ciamis, Mediasakti.id ,-

Angka stunting di wilayah kerja Puskesmas Cikoneng mengalami penurunan yang signifikan. Meski demikian, Puskesmas menegaskan bahwa keberhasilan menekan stunting tidak cukup hanya mengandalkan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT), melainkan harus menyasar akar persoalan yang menjadi penyebab setiap kasus.

Kasubag Tata Usaha Puskesmas Cikoneng, Agus Hermawan, mengatakan penurunan jumlah kasus menjadi sinyal positif dari berbagai intervensi yang telah dilakukan. Namun, menurutnya, penanganan stunting harus dilakukan secara menyeluruh dan berbasis penyebab.

“Secara signifikan jumlah kasus memang mengalami penurunan. Harapan kami, melalui PMT status anak yang mengalami stunting bisa kembali normal. Tetapi PMT bukan solusi untuk semua kasus karena penyebab stunting berbeda-beda,” ujarnya. Kamis, 9/7/2026

Agus menjelaskan, stunting dipicu oleh banyak faktor, mulai dari pola asuh yang kurang optimal, sanitasi lingkungan yang buruk, hingga penyakit kronis yang dialami anak. Karena itu, setiap kasus harus dianalisis terlebih dahulu agar intervensi yang diberikan benar-benar tepat sasaran.

“Kalau penyebabnya sanitasi, maka desa harus ikut berperan menyediakan sarana sanitasi dasar. Kalau masalahnya pola asuh, maka keluarga harus meningkatkan kualitas pengasuhan anak. Jadi tidak bisa semua diselesaikan hanya dengan PMT,” tegasnya.

Menurut Agus, melalui forum rembuk stunting, seluruh desa diminta mengidentifikasi penyebab stunting berdasarkan kondisi riil di lapangan. Hasil identifikasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan yang berbeda di setiap desa.

Ia menekankan, kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan keluarga menjadi kunci untuk mempercepat penurunan angka stunting sekaligus mencegah munculnya kasus baru.

“Kami ingin tidak hanya menurunkan angka stunting, tetapi juga mencegah lahirnya kasus stunting baru. Karena itu, perbaikan pola asuh, penanganan penyakit kronis, dan penyediaan sanitasi dasar harus menjadi prioritas bersama,” katanya.

Agus juga mengimbau masyarakat agar rutin membawa balita ke Posyandu untuk memantau tumbuh kembang anak. Menurutnya, deteksi dini akan memudahkan tenaga kesehatan memberikan penanganan sebelum kondisi anak semakin berat.

“Posyandu harus dimanfaatkan secara maksimal. Jika ada gangguan pertumbuhan, orang tua segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan di desa maupun di Puskesmas agar penanganannya tepat dan anak dapat tumbuh secara optimal,” pungkasnya.
( Dods ).