Ciamis, mediasakti.id ,-
PSGC Ciamis resmi memulai langkah besar menuju kompetisi musim mendatang. Manajemen memastikan proses pembentukan tim telah4 berjalan dengan fokus utama menunjuk pelatih kepala baru yang ditargetkan diumumkan pada pekan depan.
CEO PSGC Ciamis, Herdiat Sunarya, mengungkapkan manajemen telah mengerucutkan tiga nama sebagai kandidat pelatih kepala. Ketiganya saat ini masih dalam tahap pembahasan sebelum diputuskan secara resmi.
Tak hanya pelatih kepala, PSGC juga tengah menyiapkan posisi asisten pelatih. Manajemen memprioritaskan sosok yang memiliki lisensi A agar mampu menjadi partner strategis dalam membangun karakter dan performa tim.
Nama mantan gelandang Timnas Indonesia, Eka Ramdani, masuk dalam pembahasan sebagai calon asisten pelatih. Namun Herdiat menegaskan belum ada keputusan final karena seluruh proses masih berjalan.
“Masih kami bahas. Belum ada keputusan karena proses seleksi masih berlangsung,” ujar Herdiat, Jumat (10/7/2026).
Di sektor pemain, PSGC membuka kesempatan bagi seluruh pemain musim lalu untuk mengikuti seleksi ulang. Tidak ada jaminan tempat4 bagi pemain lama. Semua akan dinilai berdasarkan kualitas permainan, kondisi fisik, disiplin, dan kebutuhan tim.
Manajemen juga membidik sekitar delapan pemain senior untuk memperkuat kerangka tim. Kehadiran mereka diharapkan menjadi penyeimbang sekaligus pembimbing bagi para pemain muda yang akan mendapat kesempatan tampil.
Sementara itu, perekrutan pemain asing belum menjadi prioritas utama. PSGC memilih bersikap selektif dan tidak ingin menghabiskan anggaran untuk pemain yang belum terbukti mampu meningkatkan kualitas tim.
Herdiat menegaskan setiap rupiah yang dikeluarkan klub harus berdampak terhadap prestasi. Karena itu, seluruh proses perekrutan dilakukan secara cermat dan berdasarkan kebutuhan tim.
Selain pemain senior, PSGC juga membuka ruang bagi talenta muda, termasuk pemain bertipe bertahan. Regenerasi dinilai menjadi kunci membangun tim yang kuat, kompetitif, dan berkelanjutan.
Di luar lapangan, manajemen juga melakukan pembenahan organisasi. Struktur kepengurusan akan diperkuat melalui kolaborasi personel lama dan wajah-wajah baru agar pengelolaan klub semakin profesional.
Herdiat juga menegaskan tekadnya mengembalikan PSGC tampil di Stadion Galuh Ciamis. Menurutnya, dukungan masyarakat dan suporter merupakan kekuatan utama untuk membangkitkan kembali kejayaan Laskar Galuh.
Meski demikian, rencana penggunaan Stadion Galuh sebagai kandang masih dimatangkan agar seluruh persyaratan dan kesiapan teknis dapat dipenuhi.
Herdiat optimistis rangkaian pembenahan yang dilakukan menjadi awal kebangkitan PSGC. Ia menegaskan kesuksesan klub hanya dapat diraih melalui kerja sama seluruh elemen.
“Keberhasilan organisasi tidak lahir dari kemampuan satu orang, tetapi dari kebersamaan seluruh anggota,” tegasnya.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, mulai dari penunjukan pelatih, seleksi pemain, perekrutan amunisi baru, hingga pembenahan manajemen, PSGC Ciamis mengirim sinyal kuat siap bangkit dan kembali menjadi kekuatan yang diperhitungkan pada kompetisi musim mendatang. ( Dods ).























