Beranda Regional Priangan Timur BUMDes Dewasari Kembangkan Petik Melon, Dongkrak Ekonomi Desa

BUMDes Dewasari Kembangkan Petik Melon, Dongkrak Ekonomi Desa

20

Ciamis, Mediasakti.id ,-

BUMDes Sari Mandiri Desa Dewasari, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, terus mendorong pemanfaatan potensi desa menjadi sumber kekuatan ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui budidaya melon yang kini dikembangkan menjadi wisata edukasi Petik Melon Langsung dari Kebun.

Kegiatan tersebut mulai dibuka Minggu (4/10/2026) di Dusun Cidewa RT 009/RW 016, Desa Dewasari. Masyarakat bisa menikmati melon segar sekaligus memetik langsung buah yang dipilih dari kebun dengan harga Rp14.000 per kilogram.

Direktur BUMDes Sari Mandiri Dewasari, Tri Fauzi Ramdani, mengatakan konsep petik melon sengaja dibuat berbeda. Pengunjung tidak hanya datang untuk membeli buah, tetapi juga diajak melihat dan mengenal langsung proses budidayanya.

Pengunjung bebas memilih melon dan memetiknya sendiri. Bagi yang tidak ingin memetik, pengelola juga menyediakan melon yang sudah dipanen.

Tak berhenti di sana, pengunjung juga mendapatkan edukasi gratis mengenai budidaya melon, mulai dari pemilihan bibit, media tanam, perawatan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, hingga teknik menghasilkan buah berkualitas.

Konsep tersebut membuat kebun melon Dewasari tidak hanya menjadi tempat produksi, tetapi mulai diarahkan sebagai wisata edukasi pertanian yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan pengetahuan kepada masyarakat.

Pengawas BUMDes Sari Mandiri Dewasari, Endin, menegaskan bahwa program tersebut sejalan dengan tujuan utama BUMDes, yakni menggerakkan perekonomian masyarakat dan memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes).

“BUMDes itu tujuannya dua. Pertama menggerakkan ekonomi masyarakat, kedua memberikan kontribusi kepada PADes,” tegas Endin.

Menurutnya, budidaya melon telah berjalan selama dua tahun. Program tersebut berawal dari pemanfaatan dana ketahanan pangan desa yang diarahkan untuk mengembangkan potensi ekonomi Desa Dewasari.

Ia menyebut keberadaan program tersebut semakin penting di tengah keterbatasan fiskal desa. Karena itu, setiap aset dan potensi desa harus dikelola secara produktif, bukan dibiarkan menganggur.

“Kami apresiasi karena ini sudah berjalan dua tahun. Bahkan dalam kondisi kemarau masih bisa panen. Ini yang akan terus kami kawal agar manfaat ekonominya semakin besar,” ujarnya.

Budidaya melon tersebut dikembangkan di lahan sekitar 2.100 meter persegi dengan populasi mencapai 1.200 tanaman.
Untuk penanaman kedua, modal yang dikeluarkan sekitar Rp7 juta. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan penanaman awal karena sejumlah sarana dan material dari musim tanam sebelumnya masih dapat digunakan.

Secara perhitungan, biaya produksi sekitar Rp10.000 untuk satu tanaman hingga panen. Sementara satu tanaman rata-rata mampu menghasilkan sekitar dua kilogram melon.
Dengan asumsi harga terendah Rp10.000 per kilogram, seribu tanaman saja berpotensi menghasilkan pendapatan sekitar Rp10 juta. Nilai tersebut masih dapat meningkat apabila harga jual berada di atas batas terendah.

“Kalau seribu tanaman, bisa sekitar Rp10 juta bahkan lebih. Kalau lancar, insyaallah,” kata Endin.

Ke depan, BUMDes Sari Mandiri berencana memperluas pemanfaatan aset desa sebagai sumber pendapatan sekaligus membuka lebih banyak ruang ekonomi bagi masyarakat, termasuk kalangan pemuda.

Endin menilai Desa Dewasari memiliki posisi strategis karena berada di jalur perlintasan. Potensi tersebut akan dikaji lebih detail agar aset desa dapat dimanfaatkan sesuai penggunaan terbaik dan memberikan kontribusi nyata terhadap PADes.

“Potensi terbesar kita adalah aset. Tinggal bagaimana desa memanage aset itu, mulai dari pemanfaatan sampai pemeliharaannya,” ujarnya.

Ia menegaskan, pengembangan aset tidak semata-mata mengejar pendapatan desa. Keterlibatan masyarakat dan pemuda juga harus menjadi bagian penting agar pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan warga.

Sementara itu, salah seorang pengunjung asal Tangerang, Dayat, mengapresiasi keberadaan kebun melon tersebut. Menurutnya, potensi yang dimiliki cukup besar dan layak dikembangkan lebih serius.

Ia berharap akses jalan menuju lokasi diperbaiki agar pengunjung semakin nyaman. Selain itu, fasilitas greenhouse juga dinilai penting untuk mendukung keberlanjutan produksi.

“Lebih diperluas lagi, diperbanyak. Promosinya juga harus lebih banyak melalui media sosial karena sekarang lebih cepat,” ungkapnya.

Kegiatan Petik Melon Dewasari dijadwalkan berlangsung mulai Minggu (4/10/2026) hingga selesai. Masyarakat tidak hanya diajak menikmati melon segar, tetapi juga melihat langsung bagaimana buah tersebut diproduksi dari kebun hingga siap dipanen.

Melalui konsep tersebut, BUMDes Sari Mandiri Dewasari berupaya membuktikan bahwa aset desa dapat diubah menjadi sumber ekonomi produktif, membuka peluang usaha masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan. ( Dods ).