Beranda Regional Priangan Timur Komisi IV DPRD Ciamis Soroti Kejenuhan Menu MBG, SPPG Panyingkiran 1 Jadi...

Komisi IV DPRD Ciamis Soroti Kejenuhan Menu MBG, SPPG Panyingkiran 1 Jadi Contoh Inovasi

155

Ciamis, Mediasakti.id ,-

Kejenuhan menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan Komisi IV DPRD Kabupaten Ciamis saat melakukan kunjungan kerja ke sejumlah penerima manfaat. Hasil pemantauan di lapangan menjadi pengingat bagi seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar tidak sekadar menyalurkan makanan, tetapi juga memastikan menu yang disajikan memenuhi standar gizi dan tidak monoton.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Ciamis, Jenal Aripin, menegaskan bahwa persoalan kejenuhan menu harus menjadi perhatian serius pengelola SPPG. Evaluasi diperlukan agar pelaksanaan program MBG tidak berhenti pada rutinitas distribusi, melainkan benar-benar memperhatikan kebutuhan dan penerimaan makanan oleh anak-anak.

“Kemarin saat mengecek langsung ke penerima manfaat, ternyata ada kejenuhan menu,” tutur Jenal Aripin. Kamis, 15/10/2026.

Temuan tersebut menunjukkan pentingnya kreativitas dan inovasi dalam penyusunan menu MBG. Menurutnya, penyediaan makanan bagi anak-anak harus memperhatikan kecukupan gizi sekaligus variasi sajian agar penerima manfaat tidak merasa bosan.

Di tengah persoalan itu, SPPG Ciamis–Panyingkiran 1 menjadi salah satu contoh yang menghadirkan inovasi menu dengan tetap memperhatikan kepatutan, kewajaran, dan kecukupan gizi bagi anak-anak sebagai penerima manfaat.

Inovasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada satu SPPG saja. Pengelola SPPG lainnya di Kabupaten Ciamis perlu menjadikan variasi menu sebagai bagian penting dari evaluasi pelayanan, tanpa mengabaikan standar gizi dan ketentuan yang berlaku.

Jenal menekankan, pelaksanaan MBG harus dijalankan dengan tata kelola yang baik dan sesuai regulasi. Setiap SPPG memiliki tanggung jawab untuk memastikan makanan yang disalurkan memenuhi standar yang ditetapkan, baik dari aspek gizi maupun kelayakan penyajiannya.

Karena itu, evaluasi menu perlu dilakukan secara berkelanjutan. Masukan dari penerima manfaat harus menjadi bahan pertimbangan agar makanan yang disajikan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga dapat diterima dan dikonsumsi dengan baik oleh anak-anak.

SPPG Ciamis–Panyingkiran 1 diharapkan mampu mempertahankan inovasinya, sementara seluruh SPPG di Kabupaten Ciamis didorong melakukan pembenahan dan mengembangkan variasi menu sesuai standar gizi yang berlaku.

Program MBG tidak cukup diukur dari kelancaran distribusi dan jumlah makanan yang dibagikan. Kualitas menu, kecukupan gizi, keamanan pangan, serta kepatuhan terhadap regulasi harus menjadi prioritas agar manfaat program benar-benar dirasakan oleh anak-anak sebagai penerima manfaat. Pungkas Jenal Aripin. ( Dods ).