Ciamis, Mediasakti.id ,-
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ciamis – Panyingkiran 1 menerapkan siklus menu selama 20 hari untuk memastikan kebutuhan gizi penerima manfaat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) terpenuhi. Penyusunan menu dilakukan dengan mempertimbangkan angka kecukupan gizi, ketentuan halal, pengelolaan limbah, serta masukan dari penerima manfaat.
Ahli Gizi SPPG Ciamis Panyingkiran 1, Hamzah, mengatakan penentuan menu mengacu pada ketentuan Angka Kecukupan Gizi (AKG) berdasarkan kelompok usia, mulai dari balita, taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (B3).
Menurutnya, kebutuhan gizi setiap kelompok usia berbeda sehingga penyusunan menu harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing penerima manfaat.
“Untuk menentukan kebutuhan gizi, kami mengacu pada ketentuan Angka Kecukupan Gizi yang mengatur kebutuhan setiap kelompok usia. Pemenuhan gizinya disesuaikan dengan kebutuhan harian penerima manfaat,” ujar Hamzah. Rabu, 14/10/2026.
Ia menjelaskan, penyusunan menu juga mengacu pada menu yang telah didaftarkan dalam sertifikasi halal serta standar operasional prosedur (SOP) terbaru dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Dalam pelaksanaannya, SPPG menerapkan siklus menu selama 20 hari. Setelah seluruh siklus selesai, menu kembali ke urutan pertama. Evaluasi dan pergantian menu dilakukan setiap tiga bulan, dengan tetap memperhatikan ketentuan halal yang berlaku.
“Menu kami susun dalam siklus 20 hari. Setelah siklus selesai, menu kembali ke awal. Setiap tiga bulan kami melakukan pergantian menu dengan tetap berpedoman pada prinsip halal,” jelasnya.
Tampung Keluhan dan Masukan
Hamzah menegaskan, penyusunan menu tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga memperhatikan penerimaan dan preferensi penerima manfaat terhadap makanan yang disajikan.
Untuk menampung evaluasi, SPPG menyediakan sejumlah jalur penyampaian saran dan keluhan. Salah satunya melalui uji organoleptik, yakni penilaian terhadap makanan yang disajikan, dengan melibatkan 12 penanggung jawab atau PIC penerima manfaat.
Setiap hari, para PIC diberikan lembar penilaian untuk menyampaikan tanggapan terhadap menu. Masukan tersebut kemudian dibaca dan menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan menu berikutnya.
Selain itu, masyarakat dapat menyampaikan saran melalui media sosial Instagram dan TikTok, menghubungi admin secara langsung, maupun melalui kunjungan lapangan untuk berdialog dengan penerima manfaat.
Hamzah mengungkapkan, hasil kunjungan lapangan menunjukkan adanya perbedaan preferensi makanan antara kelompok penerima manfaat di sekolah dan kelompok B3. Menindaklanjuti temuan tersebut, SPPG melakukan penyesuaian menu, terutama dalam hal tata cara pengolahan makanan.
Jika ditemukan ketidaksesuaian bahan pangan, seperti buah atau bahan makanan lainnya, pihak SPPG juga meminta agar keluhan segera disampaikan untuk ditelusuri dan ditindaklanjuti, termasuk mengganti bahan yang tidak sesuai.
Perhatian khusus juga diberikan kepada penerima manfaat yang memiliki alergi terhadap bahan makanan tertentu. Pendataan dilakukan setiap tahun ajaran baru melalui sekolah dan kelompok penerima manfaat, mulai dari TK hingga SMP serta kelompok B3.
Hamzah menyebutkan, hingga saat ini terdapat sekitar 11 penerima manfaat yang telah terdata membutuhkan penggantian jenis makanan, terutama karena alergi terhadap nasi dan telur.
“Untuk penerima manfaat yang memiliki alergi, kami melakukan pendataan dan menyediakan makanan pengganti. Misalnya, nasi dapat diganti dengan kentang, sedangkan bahan makanan lain disesuaikan dengan jenis alerginya,” ungkapnya.
Menurutnya, pendataan tersebut penting agar makanan yang diberikan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga aman dikonsumsi oleh penerima manfaat.
Seiring dengan penambahan cakupan pelayanan, SPPG Ciamis Panyingkiran 1 saat ini melayani sekitar 1.875 penerima manfaat.
Hamzah menegaskan, evaluasi menu dan keterlibatan penerima manfaat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program MBG. Dengan adanya saluran pengaduan, pendataan alergi, serta evaluasi berkala, SPPG berupaya memastikan makanan yang disajikan sesuai kebutuhan gizi dan kondisi penerima manfaat. ( Dods ).























