Beranda Regional Priangan Timur Sempat Nyatakan Mundur, Herdiat Batal Tinggalkan PSGC : Evaluasi Total!

Sempat Nyatakan Mundur, Herdiat Batal Tinggalkan PSGC : Evaluasi Total!

184

Ciamis, Mediasakti.id ,-

CEO PSGC Ciamis, Herdiat Sunarya, sempat menyatakan mundur dari jajaran pengurus setelah timnya dipermalukan PSS Sleman. Namun, keputusan itu berubah. Herdiat memastikan tetap bertahan dan memilih fokus membenahi PSGC yang dinilainya mengalami penurunan performa secara serius.

Pernyataan mundur tersebut dilontarkan Herdiat dalam kondisi emosi seusai PSGC menghadapi PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Rabu (4/11/2026) malam. Ia mengaku tidak tega melihat permainan tim yang dinilai kehilangan pola, organisasi, dan semangat bertanding.

Herdiat menegaskan, dirinya tidak mempermasalahkan kekalahan. Ia menyadari PSGC yang berlaga di kasta kedua harus menghadapi PSS Sleman yang berada di kasta tertinggi. Namun, perbedaan level kompetisi bukan alasan untuk tampil tanpa organisasi permainan.

“Saya menyadari kita dengan PSS Sleman beda satu level. PSS Sleman di kasta tertinggi, kita di kasta kedua. Saya bukan tidak siap menerima kekalahan, tetapi para pemain seolah-olah mainnya tidak dengan hati. Kelihatan mainnya tanpa pola,” ujar Herdiat, Kamis (5/11/2026) siang, di Stadion Ciamis.

Menurutnya, PSGC seharusnya mampu menjaga keseimbangan permainan, terutama ketika tertinggal 2-0 dan salah satu pemain mendapat kartu merah. Dalam kondisi tersebut, tim semestinya memperkuat pertahanan dan menjaga organisasi permainan.

Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Para pemain terus menyerang untuk mengejar ketertinggalan, tetapi mengabaikan pertahanan. Akibatnya, lini belakang PSGC berulang kali terbuka dan memberikan ruang bagi lawan untuk melancarkan serangan balik.

“Dari sejak kita ketinggalan, pemain ofensif terus, menyerang terus. Padahal kita tidak boleh lupa pertahanan. Kalau bukan kiper kita yang bermain luar biasa semalam, mungkin kita kemasukan lebih dari 10 gol,” tegasnya.

Herdiat menyoroti lemahnya organisasi pertahanan PSGC. Saat tim menyerang, lini belakang kerap hanya menyisakan satu atau dua pemain. Sementara PSS Sleman tetap menempatkan empat hingga lima pemain di belakang untuk mengantisipasi serangan balik.

Kondisi itu membuat PSGC rentan diserang dan kehilangan kendali permainan.

Kekecewaan Herdiat bukan hanya dipicu kekalahan dari PSS Sleman. Ia menyebut penurunan performa PSGC sudah terlihat dalam empat hingga lima pertandingan terakhir.

Memasuki pertandingan kedelapan, ia menilai belum ada perbaikan. Sebaliknya, permainan tim justru semakin memburuk.

Padahal, saat masih berlaga di Liga 3 musim lalu, PSGC dinilai mampu menunjukkan permainan yang lebih baik. Ironisnya, setelah promosi ke Liga 2, kualitas permainan justru mengalami penurunan.

Herdiat mengaku telah menyampaikan persoalan tersebut kepada pihak terkait. Namun, hingga sebelum pertandingan melawan PSS Sleman, belum ada respons yang dinilainya memadai.

Di sisi lain, tekanan dari suporter semakin menguat. Balad Galuh, Galuh Kurva Sud, dan kelompok suporter lainnya mendesak manajemen segera melakukan evaluasi.

“Saya sudah melaporkan semua ini. Sampai kemarin belum ada respons. Sementara suporter kita, ada Balad Galuh, Galuh Kurva Sud, dan lainnya, semua menuntut dilaksanakan evaluasi,” jelasnya.

Herdiat sebelumnya telah menjanjikan evaluasi setelah putaran kedua. Namun, melihat permainan tim yang semakin buruk, ia menilai pembenahan tidak bisa lagi ditunda.

Kekecewaan itu akhirnya membuat Herdiat menyatakan mundur dari jajaran pengurus PSGC.

“Karena saya sudah tidak tega. Saya menyatakan mundur kalau tidak ada perbaikan inti,” ujarnya.

Meski sempat menyatakan mundur, Herdiat tidak langsung meninggalkan PSGC. Seusai pertandingan, ia berkomunikasi dengan sejumlah pihak untuk mencari jalan keluar atas persoalan yang dihadapi tim.

Jawaban yang dinantikan akhirnya masuk pada Kamis pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Salah satunya berasal dari pihak pusat yang disebutnya sebagai bagian dari satelit Persib, yang meminta Herdiat tetap bertahan dan bersama-sama membangun PSGC.

“Ayo kita sama-sama bekerja keras, bangun PSGC ini agar lebih baik dan lebih berkembang lagi. Terutama mental panggung dan pola bermain,” ujar Herdiat menirukan pesan tersebut.

Dukungan itu membuat Herdiat mengubah keputusannya. Ia memastikan tidak jadi mundur dan tetap bersama PSGC.

Kini, fokusnya adalah melakukan evaluasi menyeluruh. Pembenahan tidak hanya menyasar mental bertanding pemain, tetapi juga pola permainan, organisasi pertahanan, serta kemampuan tim menjaga keseimbangan saat menyerang dan bertahan.

Herdiat menegaskan, PSGC harus segera berbenah. Kekecewaan suporter dan penurunan performa tim menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa diabaikan.

“PSGC ini milik kita bersama. Saya tetap di sini, kita benahi sama-sama,” pungkas Herdiat. ( Dods ).