Ponorogo, Mediasakti.id,- ” 4 dari 11 jembatan yang dialokasikan dalam APBD 2021 untuk dibangun di Ponorogo tidak kunjung selesai, dan itu akan berdampak pada pembangunan jembatan lebih lama selesai.
banner 336×280
“Mestinya dari rekanan sudah diperhitungkan. Sudah selesai atau tidak kontrak itu,” ujar Wakil Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, jum’at (14/1/2022).
Dia pun menyayangkan karena jembatan yang tidak selesai yang telah dianggarkan pada APBD 2021 adalah 4. Padahal rencananya ada 11 jembatan.
“Intinya kita menyayangkan. Kok munculnya tidak hanya satu tapi 4 jembatan. Ini merupakan pelajaran bersama, ” kata politikus asal PKB ini.
Menurutnya Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawan Pemukiman (DPUPK) kurang pemantauan. Seharusnya ada pemantauan ke lokasi.
“Seperti di jembatan Mijil yang memakan 2 korban itu. Kan antara material di dokumen dan material yang di lokasi berbeda, ” jelasnya.
Lebih jauh, perhitungan waktu antara DPUPK dan tekanan harus cermat. Bagaimana rekanan bisa menyelesaikan sesuai tenggang waktu.
“Pengawasan DPUPK Juga kurang pengawasan. Karena mestinya termint sekian progresnya harus segini, ” papar Dwi.
Menurutnya, 4 jembatan yang tidak jadi itu, otomatis bakal paling cepat rampung pada 2022 akhir. Pun paling lambat 2023
“Otomatis mangkrak. Mekanisme memang harus gitu. Melelang lagi. Anggaran di perubahan. Karena tidak bisa kita lanjut. Bukan anggaran multi years,” pungkasnya.
Sebelumnya, Empat dari 11 proyek pengerjaan jembatan di Kabupaten Ponorogo, urung tuntas pada 2021. Pemenang lelang pun diputus kontrak.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPK) Henry Indra Wardhana menjelaskan, pada 2021 ada 11 titik lokasi pembangunan jembatan.
“Kita pada 2021 ada 11 titik pekerjaan jembatan. Ada 4 jembatan yang akhirnya terpaksa putus kontrak. Batas akhir tahun tidak selesai,” ujar Henry Indra Wardhana.
(Juned)
Terimakasih telah membaca Mediasakti.id Dapatkan informasi inspiratif dan insight di e-mail kamu
Daftarkan e-mail























