Beranda Pendidikan Pembangunan RKB SLB Muhammadiyah di Cibadak Menuai Kontra Warga

Pembangunan RKB SLB Muhammadiyah di Cibadak Menuai Kontra Warga

406

Ciamis , Mediasakti.id ,-

Rencana pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) Sekolah Luar Biasa (SLB) ABC Muhammadiyah di Dusun Mekarsari RT 26 RW 06 Desa Cibadak, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, hingga kini masih menuai kontra dari sebagian warga sekitar.

Sejumlah warga menilai pembangunan sekolah tersebut terkesan dipaksakan karena sebelumnya tidak ada musyawarah atau rapat lingkungan yang melibatkan masyarakat. Selain itu, lahan yang akan dijadikan lokasi pembangunan selama ini digunakan sebagai arena bermain anak-anak serta tempat kegiatan warga saat peringatan Hari Besar Nasional (HBN).

Sri Lestari, warga RT 26 RW 06 Desa Cibadak, mengaku keberatan dengan rencana pembangunan tersebut. Ia menilai warga sekitar tidak pernah diajak bermusyawarah maupun dimintai pendapat.

“Harusnya warga sekitar dimintai pendapat terlebih dahulu. Diizinkan atau tidak, itu hasil musyawarah, bukan tiba-tiba dibangun. Apalagi lahan ini dipakai anak-anak bermain dan kegiatan masyarakat,” ujar Sri Lestari, Sabtu (13/9/2025).

Hal senada disampaikan Sarbianto, warga RT 25 RW 06, yang rumahnya terdampak akses jalan. Menurutnya, kendaraan roda empat miliknya akan terhambat jika pembangunan tetap dilakukan. Ia menilai sosialisasi yang digelar pihak sekolah tidak memberikan penjelasan detail.

“Pada sosialisasi minggu kemarin memang ada undangan, tapi tidak ada pemaparan materi ataupun sesi tanya jawab. Kami ingin tahu pola pembangunan, bagaimana akses jalan, tapi itu tidak dijelaskan. Jadi terkesan dipaksakan,” tegas Sarbianto.

Sarbianto juga mengaku sempat menanyakan langsung kepada Kepala Dusun, BPD, maupun Kepala Desa, namun tidak mendapat jawaban jelas. Hal itu membuat warga semakin kecewa. “Seharusnya prosedur pembangunan melibatkan warga sekitar. Tidak elok jika masyarakat tidak dilibatkan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SLB ABC Muhammadiyah Banjarsari, Dadan Suwardana, menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan program revitalisasi sekolah dari Kementerian Pendidikan Nasional. Menurutnya, rencana pembangunan mencakup sepuluh ruang kelas baru dengan luas lahan sekitar 1.300 meter persegi yang sudah disiapkan oleh desa.

“Soal master plan maupun akses jalan akan dibicarakan lebih lanjut dengan yayasan dan pihak desa. Untuk detail teknis nanti akan ditangani konsultan perencana dari pusat,” kata Dadan.

Meski menyebut adanya kontrak sewa lahan dengan desa, pernyataan tersebut dibantah oleh Kepala Desa Cibadak, Margo Suwono. Ia menegaskan bahwa hingga kini kontrak resmi belum terjadi, melainkan baru sebatas pemberian izin agar pihak sekolah bisa segera mengajukan proposal.

“Itu baru izin kesiapan lahan. Namun musyawarah dengan perwakilan tokoh masyarakat dan BPD sudah dilakukan, termasuk berita acaranya,” jelas Margo.

Ia juga memastikan bahwa arena bermain anak-anak tidak sepenuhnya hilang karena lahan yang digunakan tidak mengurangi ruang bermain. Mengenai akses jalan, pihaknya menyebut sudah ada komunikasi dengan Yayasan Siliwangi yang bersedia memberikan akses sementara.

Namun di lapangan, informasi berbeda berkembang. Warga menyebut pihak Yayasan Siliwangi hanya memberi izin penggunaan akses jalan selama proses pembangunan berlangsung, bukan permanen. Hal itu semakin memperkuat keresahan warga yang merasa kepentingannya tidak diperhitungkan.

Dengan adanya pro dan kontra tersebut, rencana pembangunan SLB Muhammadiyah di Desa Cibadak masih menyisakan polemik. Warga berharap pemerintah desa maupun pihak yayasan memberikan penjelasan lebih detail serta melibatkan masyarakat secara langsung agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan. ( Heru , Dods ).