Kabupaten Garut , Mediasakti.id ,-
Menyikapi permasalahan yang sekarang sedang rame di perbincangkan tentang SMA YBHM sudah menjadi isu nasional.
Dampak dari aksi kawan-kawan PERSADA 212 yang di ketuai oleh Ceng Aam dan kebetulan saya dari YCKBR (yayasan Cinta Kasih Bunda Resna) ikut turun kejalan dan melihat situasi dan kondisi di SMA YBHM.
Melihat siswa siswi SMA YBHM tidak bisa memasuki kelas dan melakukan rutinitas belajar mengajar tidak di kelas di karenakan gerbang sekolahnya digembok. Akhirna anak-anak melakukan kegiatan rutinitasnya dijalan bahkan melakukan kegiatan upacara pun di gelar dijalan,” ungkapnya
Saya selaku masyarakat dan sekaligus seorang ibu sangat miris melihat kondisi mereka, padahal mereka jelas-jelas dilindungi hukum dan mereka punya hak dan kebebasan yang harus di penuhi oleh negara. Tapi apa yang mereka dapatkan malah ketidak adilan dan perampasan atas hak mereka mendapatkan pendidikan yang layak, aman, nyaman tanpa adanya intimidasi serta kekerasan baik secara fisik maupun psikisnya,”jelasnya.
Kenyataan yang ada justru mereka mejadi tumbal kepentingan dari pihak2 yang tak punya hati Nurani dan lebih mirisnya tidak ada perhatian dari pihak KCD maupun DPPKBPPPA Kabupaten Garut. Padahal mereka sudah jelas menjadi korban dari konflik permasalahan sengketa lahan wakaf.
Selain itu, ternyata intimidasi dan kekerasan sudah berlangsung cukup lama bukan hanya sekedar hari senin kemaren saja ini judah berlangsung beberapa bulan kebelakang, mereka terintimidasi oleh situasi dan kondisi pembangunan yang di lakukan dari pihak pembeli tanah wakaf tersebut.
Ditambah lagi gerbang sekolah pun di gembok sehingga anak sekolah tidak bisa masuk kelas dan secara tidak langsung sudah menjadi bentuk kekerasan secara psikologis anak, ini jangan di anggap sepele karna ini akan menimbulkan traoumatik terhadap anak secara berkepanjangan.
Saya meminta tolong kepada pihak kepolisian yang ada di kabupaten garut (KAPOLRES) untuk menindak lanjuti permasalahan yang ada karna ada dampak yang didapat dan dirasakan oleh siswa siswi serta para pengajar di SMA YBHM,
takutnya mereka tidak mendapatkan keamanan dan kenyamanan dalam belajar.
Kalau seandainya apa yang dijanjikan dalam kesepakatan kami kemaren terealisasi dan saya juga merasa kecewa saat datang ke KCD bersama anak anak sekolah dan Guru untuk meminta keadilan dan hanya di tanggapi dengan sebelah mata bahkan hanya ditanggapi dengan pemahaman mereka.
Sementara siswa siswi tidak mau tau tentang tehnis, mereka hanya ingin mendapatkan hak nya sebagai siswa itu saja serta tolong DPPKBPPPA cepat tanggap menyikapi permasalahan ini jangan sampai kami melakukan aksi susulan untuk mereka
Dan tekankan lagi saya tidak haya untuk SMA YBHM saja tapi untuk seluruh generasi bangsa yang di pasung hak hak dan kewajibanya di kabupaten Garut karna tidak menutup kemungkinan permasalahan seperti ini bukan hanya terjadi di SMA YBHM saja.
Maka dari itu kami akan terus menyuarakan keadilan buat mereka , karna mereka adalah GENERASI penerus bangsa jika mental mereka terganggu maka hancurlah NEGERI ini dan akan berubah menjadi NEGERI PARA BEDEBAH ketika di pimpin oleh orang orang yang bermental dan bermoral Rusak,” pungkasnya.
Ajat Suderajat
Editor : Muller Munthe.SE.























