Beranda Regional Priangan Timur Ketua Komisi B DPRD Ciamis Tegaskan MBG Harus Libatkan Petani Lokal dan...

Ketua Komisi B DPRD Ciamis Tegaskan MBG Harus Libatkan Petani Lokal dan Perkuat Ekonomi Desa

176

Ciamis , Mediasakti.id ,-

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Ciamis, H. Awan Setiawan, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus dijalankan secara terintegrasi dengan sektor pertanian lokal agar mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus menggerakkan ekonomi pedesaan.

Pernyataan tersebut disampaikan Awan sejalan dengan pandangan Forum Komunikasi Mitra SPPG (FKMS) yang menilai implementasi program MBG tidak boleh hanya berorientasi pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga harus menjadi bagian dari penguatan ekosistem pangan daerah.

Menurutnya, salah satu langkah strategis yang harus segera dirancang adalah sentralisasi usaha tani yang terhubung langsung dengan kebutuhan dapur MBG. Melalui sistem tersebut, produksi pertanian masyarakat dapat lebih terarah, terstandar, serta memiliki kepastian pasar yang jelas.

“Sentralisasi usaha tani harus segera disiapkan agar hasil produksi petani terserap secara maksimal oleh dapur MBG. Program ini harus menjadi peluang nyata bagi petani lokal,” tegas Awan, Sabtu (7/3/2026).

Ia menambahkan, kelompok tani juga harus diarahkan untuk meningkatkan kualitas hasil produksi sesuai dengan standar kebutuhan dapur MBG. Dengan pola tersebut, petani tidak hanya menjadi pemasok bahan pangan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam rantai pasok program MBG.

Selain itu, Awan menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah, DPRD, serta pengelola dapur MBG. Menurutnya, tanpa sinkronisasi kebijakan yang jelas, potensi besar program ini tidak akan berjalan optimal.

“Harus ada komunikasi yang kuat antara pemangku kebijakan dengan pengelola dapur MBG agar program ini benar-benar berjalan efektif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” katanya.

Awan menegaskan, jika dikelola secara serius dan terintegrasi, program MBG dapat menjadi instrumen strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi pedesaan di Kabupaten Ciamis. Program ini juga diyakini mampu membuka pasar baru bagi hasil pertanian lokal serta meningkatkan kesejahteraan petani. ( Dods ).