Ciamis, Mediasakti.id ,-
RSUD Ciamis terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan menghadirkan dua layanan spesialis baru, yakni Poliklinik Jantung dan Dokter Spesialis Bedah Anak, yang dijadwalkan mulai beroperasi pada Juli 2026. Kehadiran dua layanan tersebut diharapkan mampu mengurangi kebutuhan rujukan pasien ke rumah sakit di luar daerah.
Kepala Seksi Pelayanan dan Tindakan Medis RSUD Ciamis, dr. Ukla, mengatakan Poliklinik Jantung ditargetkan mulai membuka pelayanan pada 6 Juli 2026. Pada tahap awal, layanan akan melayani pasien umum sembari menunggu proses kerja sama dengan BPJS Kesehatan rampung.
“Rencananya pelayanan dimulai tanggal 6 Juli. Untuk sementara melayani pasien umum terlebih dahulu karena proses kredensial dan kerja sama dengan BPJS masih berjalan,” ujar dr. Ukla, Sabtu (27/6/2026).
Menurutnya, layanan jantung sebenarnya pernah tersedia di RSUD Ciamis pada periode 2016–2020. Namun, pelayanan tersebut terhenti setelah dokter spesialis jantung yang bertugas saat itu mengundurkan diri. Kini, rumah sakit kembali memiliki dokter spesialis jantung yang siap memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Tak hanya itu, RSUD Ciamis juga akan diperkuat dengan kehadiran dokter spesialis jantung konsultan intervensi. Kehadiran tenaga medis tersebut menjadi langkah awal menuju pembukaan layanan Catheterization Laboratory (Cath Lab).
Melalui fasilitas Cath Lab, berbagai tindakan intervensi jantung, seperti pemasangan ring pada pembuluh darah jantung yang mengalami penyumbatan, nantinya dapat dilakukan langsung di RSUD Ciamis tanpa harus dirujuk ke rumah sakit lain. Saat ini, pengadaan peralatan Cath Lab masih dalam proses melalui Program SIHREN Kementerian Kesehatan.
Selain layanan jantung, RSUD Ciamis juga tengah mempersiapkan operasional layanan Dokter Spesialis Bedah Anak. Saat ini, proses penerbitan Surat Izin Praktik (SIP) masih berlangsung.
Dengan hadirnya dokter spesialis bedah anak, pasien bayi dan anak yang membutuhkan tindakan operasi diharapkan tidak lagi harus dirujuk ke rumah sakit di Bandung maupun Purwokerto.
“Selama ini kasus bedah anak banyak dirujuk ke luar daerah karena belum ada dokter spesialisnya di RSUD Ciamis. Mudah-mudahan setelah layanan ini berjalan, masyarakat bisa mendapatkan pelayanan lebih lengkap di daerah sendiri,” ungkap dr. Ukla.
Penambahan layanan spesialis ini menjadi bagian dari upaya RSUD Ciamis meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Rumah sakit berharap dukungan pemerintah dalam penyediaan tenaga medis serta sarana dan prasarana dapat memperkuat layanan kesehatan sehingga masyarakat Ciamis semakin mudah memperoleh pelayanan spesialis tanpa harus berobat ke luar daerah.
( Dods ).























