Beranda Regional Priangan Timur Warga Minta Bijak Sikapi Isu Jembatan Cirahong, Andi Ali Fikri : Perlu...

Warga Minta Bijak Sikapi Isu Jembatan Cirahong, Andi Ali Fikri : Perlu Verifikasi dan Pemahaman Utuh

99

Ciamis , Mediasakti.id ,-

Polemik viral terkait dugaan praktik pungutan liar di Jembatan Cirahong terus menuai beragam tanggapan. Salah satunya disampaikan oleh Andi Ali Fikri, warga Kabupaten Ciamis sekaligus pemerhati budaya dan prasasti.

Andi mengimbau masyarakat agar tidak tergesa-gesa dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Ia menilai, sejumlah narasi yang berkembang belum memiliki kejelasan dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Jangan langsung menelan mentah-mentah informasi yang belum jelas. Perlu pemahaman menyeluruh, termasuk aspek sosiologis, geografis, hingga kearifan lokal di sekitar Jembatan Cirahong,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Ia juga menyoroti maraknya narasi provokatif yang beredar di media sosial yang dinilai dapat memperkeruh situasi. Menurutnya, kondisi tersebut perlu diluruskan agar tidak membentuk persepsi negatif terhadap masyarakat setempat.

Selain itu, Andi meminta Gubernur Jawa Barat untuk lebih cermat dalam merespons informasi yang bersumber dari media sosial. Ia menekankan pentingnya proses verifikasi melalui jajaran pemerintah daerah, mulai dari tingkat kabupaten hingga kecamatan.

“Harus ada cross-check. Pemerintah daerah memiliki perangkat hingga ke tingkat bawah yang bisa dimanfaatkan untuk memastikan kebenaran informasi,” katanya.

Lebih lanjut, Andi menjelaskan bahwa warga yang selama ini berada di Jembatan Cirahong berperan sebagai relawan. Kehadiran mereka, kata dia, bersifat sukarela dan tidak disertai paksaan kepada pengguna jalan.

“Mereka ini relawan. Tidak ada paksaan. Justru mereka mengorbankan waktu untuk membantu menjaga keamanan dan kelancaran di lintasan jembatan,” jelasnya.

Terkait penyelesaian polemik, Andi menyebut masyarakat telah melakukan musyawarah dan menghasilkan sejumlah opsi, termasuk meminta klarifikasi dari pihak terkait serta mengundang Gubernur Jawa Barat untuk datang langsung ke Ciamis guna berdialog dengan warga.

“Kalau memungkinkan, kami berharap Pak Gubernur hadir langsung ke sini. Jika tidak, kami siap beraudiensi untuk meluruskan berbagai persepsi yang berkembang,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan pihak yang pertama kali menyebarkan informasi viral tersebut, guna dilakukan klarifikasi secara terbuka sebagai bagian dari edukasi publik.

Menurut Andi, fenomena ini menjadi pelajaran penting agar masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta tidak mudah terprovokasi demi kepentingan popularitas semata.

Di sisi lain, ia mengakui adanya dampak positif dari viralnya isu tersebut, yakni meningkatnya perhatian publik terhadap Jembatan Cirahong. Namun, dampak negatif juga dirasakan, seperti menurunnya aktivitas relawan yang selama ini membantu menjaga keamanan, terutama pada malam hari.

“Kita tidak ingin kejadian-kejadian yang pernah ada terulang kembali. Peran relawan ini penting dan harus tetap dijaga,” tegasnya.

Ia pun menutup dengan menekankan pentingnya menjaga kearifan lokal serta semangat gotong royong masyarakat. Menurutnya, keberadaan relawan merupakan bentuk partisipasi nyata yang turut membantu pemerintah tanpa membebani anggaran.

“Ini bagian dari gotong royong masyarakat. Dengan swadaya, justru bisa membantu pemerintah dan masyarakat itu sendiri,” pungkasnya.

Sebagai langkah lanjutan, masyarakat Cirahong berencana mengajukan audiensi resmi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat guna menyampaikan aspirasi sekaligus meluruskan informasi yang berkembang. ( Dods ).