_Tasikmalaya, Mediasakti.id ,-
13 Juli 2026_ – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan memasuki musim kemarau, PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Rajapolah mengintensifkan upaya pencegahan gangguan listrik melalui Operasi Layangan serta sosialisasi keselamatan ketenagalistrikan kepada masyarakat.
Manager PLN ULP Rajapolah, Renato Tirta Prayudi, mengatakan musim kemarau identik dengan meningkatnya aktivitas bermain layang-layang, sementara menjelang Agustusan masyarakat mulai memasang bendera dan umbul-umbul. Jika dilakukan terlalu dekat dengan jaringan listrik, aktivitas tersebut berpotensi memicu gangguan listrik bahkan membahayakan keselamatan.
“Kami tidak melarang anak-anak bermain layang-layang. Silakan bermain, tetapi di lokasi yang aman seperti lapangan atau area terbuka yang jauh dari jaringan listrik. Jangan menggunakan senar berbahan kawat atau material yang dapat menghantarkan listrik karena sangat berbahaya,” ujar Renato.
Sebagai langkah pencegahan, PLN setiap hari menerjunkan petugas melalui program Operasi Layangan. Petugas berpatroli menggunakan kendaraan operasional yang dilengkapi pengeras suara untuk mengedukasi masyarakat, khususnya anak-anak, agar bermain layang-layang di lokasi yang aman dan tidak menerbangkannya di sekitar jaringan listrik.
Selain itu, PLN juga menggencarkan program sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K2/K3) Ketenagalistrikan secara door to door. Edukasi telah dilakukan ke 14 kecamatan dan 122 desa di wilayah kerja ULP Rajapolah.
Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat diingatkan agar tidak memasang umbul-umbul, bambu, antena, maupun atribut perayaan kemerdekaan di bawah atau terlalu dekat dengan jaringan listrik karena dapat mengganggu keandalan pasokan listrik dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Renato juga menyoroti masih banyaknya pohon yang tumbuh terlalu dekat dengan jaringan listrik. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab utama gangguan listrik, sehingga PLN terus mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat sebelum melakukan pemangkasan.
“Kami selalu berkoordinasi dengan RT, RW maupun pemerintah desa sebelum melakukan pekerjaan. Yang kami lakukan bukan semata-mata menebang pohon, tetapi lebih mengutamakan pemangkasan agar tetap memenuhi jarak aman sekitar tiga meter dari jaringan listrik,” jelasnya.
PLN mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif menjaga keandalan pasokan listrik dengan tidak memasang benda di dekat jaringan serta memberikan akses kepada petugas ketika diperlukan pemangkasan pohon yang berpotensi mengganggu jaringan.
“Listrik merupakan kebutuhan penting bagi seluruh aktivitas masyarakat, mulai dari pendidikan, pelayanan publik hingga kegiatan ibadah. Karena itu kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga jaringan listrik. Jika ada pohon yang perlu dipangkas, pemasangan antena, maupun umbul-umbul di dekat jaringan, segera berkoordinasi dengan PLN. Kami siap membantu agar semuanya tetap aman dan pasokan listrik tetap andal,” pungkas Renato. ( Dods ).























