Beranda Regional Priangan Timur Anggaran Desa Dipangkas, Pemdes Imbanagara Raya Andalkan Gotong Royong Warga

Anggaran Desa Dipangkas, Pemdes Imbanagara Raya Andalkan Gotong Royong Warga

35

Ciamis, Mediasakti.id ,-

Di tengah keterbatasan anggaran desa akibat kebijakan fiskal pemerintah, Pemerintah Desa Imbanagara Raya, Kecamatan Ciamis, memilih tidak berhenti membangun. Memasuki usia ke-48 tahun, desa tersebut justru mendorong kembali kekuatan gotong royong dan swadaya masyarakat sebagai salah satu solusi pembangunan.

Kepala Desa Imbanagara Raya, H. Abdul Kodir, S.H.mengakui kondisi fiskal pemerintah saat ini memberikan dampak cukup besar terhadap kemampuan desa dalam menjalankan berbagai program pembangunan dan memenuhi aspirasi masyarakat.

Menurutnya, saat berstatus sebagai desa mandiri, Desa Imbanagara Raya sebelumnya dapat menerima Dana Desa (DD) sekitar Rp1 miliar lebih. Ditambah Alokasi Dana Desa (ADD), bantuan provinsi maupun sumber anggaran lainnya, total dukungan anggaran yang dikelola desa bahkan hampir mencapai Rp2 miliar.

Namun, kondisi tersebut kini berubah. Dana Desa yang diterima saat ini hanya sekitar Rp373 juta, sementara ADD dari pemerintah kabupaten yang sebelumnya sekitar Rp40 juta turun menjadi sekitar Rp20 juta, bahkan sebagian tahap berikutnya masih menunggu pencairan.

“Dengan kondisi seperti sekarang, tentu sangat terasa. Apalagi aspirasi masyarakat cukup banyak, sementara anggaran yang tersedia sangat terbatas,” ujar H. Abdul Kodir, S.H.

Ia mengatakan, pemerintah desa tetap harus menjalankan berbagai program prioritas yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Kondisi tersebut membuat ruang desa untuk menentukan seluruh arah pembangunan sesuai kebutuhan lokal menjadi semakin terbatas.

Meski demikian, H. Abdul Kodir, S.H. menegaskan keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan bagi Desa Imbanagara Raya untuk berhenti berkarya.

Salah satu langkah yang kini terus didorong adalah memperkuat kembali semangat gotong royong dan swadaya masyarakat. Pemerintah desa secara aktif mengajak warga, tokoh masyarakat, tokoh agama hingga para agnia untuk bersama-sama mengambil peran dalam pembangunan.

Hasilnya mulai terlihat. Sejumlah pembangunan dilakukan melalui swadaya masyarakat, di antaranya pembuatan Tembok Penahan Tanah (TPT) di kawasan Warung Kulon, perbaikan jalan lingkungan melalui rabat beton hingga perbaikan bahu jalan.

“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada para tokoh masyarakat, tokoh agama dan para agnia yang dengan kepeduliannya mau mengeluarkan sebagian hartanya untuk membantu pembangunan,” katanya.

H. Abdul Kodir, S.H. berharap semangat tersebut terus tumbuh sehingga pembangunan desa tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan pemerintah.

Menurutnya, kekuatan masyarakat menjadi modal penting untuk menjaga roda pembangunan tetap berjalan di tengah kondisi fiskal yang semakin terbatas.

“Harapan kami, dengan berkurangnya anggaran ini kami tidak berhenti membangun dan tidak berhenti berkarya untuk Desa Imbanagara Raya. Kami mengajak masyarakat untuk bahu-membahu, saling peduli dan bersama-sama membangun desa yang kita cintai,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah desa tidak mungkin menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan tanpa dukungan seluruh masyarakat. Karena itu, momentum usia ke-48 Desa Imbanagara Raya diharapkan menjadi penguat kebersamaan untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan.

“Pemerintah desa tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan bantuan dan dukungan seluruh warga Desa Imbanagara Raya,” pungkasnya.( Dods ).