Beranda Regional Priangan Timur BKPSDM Ciamis Dorong ASN Berkolaborasi, CiCLO Fokus Selesaikan Persoalan Strategis Daerah

BKPSDM Ciamis Dorong ASN Berkolaborasi, CiCLO Fokus Selesaikan Persoalan Strategis Daerah

44

Ciamis, Mediasakti.id ,-

Pemerintah Kabupaten Ciamis mendorong perubahan pola pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) agar lebih inovatif, kolaboratif, dan berorientasi pada penyelesaian masalah. Melalui program Ciamis Strategic Learning Orchestration (CiCLO), ASN tidak lagi sekadar mengikuti pelatihan, tetapi dituntut mampu menghasilkan solusi nyata bagi persoalan pemerintahan dan masyarakat.

Program yang digagas Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ciamis tersebut menjadi salah satu langkah percepatan implementasi kebijakan Corporate University. Pendekatan ini menempatkan pembelajaran sebagai bagian dari upaya meningkatkan kinerja organisasi dan kualitas pelayanan publik.

Implementasi CiCLO dibahas dalam kegiatan evaluasi pelatihan berbasis kolaborasi ASN di Aula BKPSDM Kabupaten Ciamis, Selasa (3/11/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari proyek perubahan Kepala BKPSDM Ciamis, Ai Rusli Suargi, S.STP., M.Si., dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II.

Melalui CiCLO, pengembangan kompetensi aparatur diarahkan langsung pada persoalan strategis yang dihadapi pemerintah daerah. ASN lintas perangkat daerah didorong untuk belajar bersama, menyatukan pemahaman, dan menyusun langkah konkret berdasarkan kebutuhan di lapangan.

Kepala BKPSDM Ciamis, Ai Rusli Suargi, menjelaskan bahwa CiCLO menghubungkan kebutuhan organisasi dengan peningkatan kapasitas aparatur melalui tahapan pemetaan isu strategis, identifikasi kebutuhan kompetensi, pemetaan potensi ASN, pembelajaran kolaboratif, pelaksanaan aksi nyata, hingga evaluasi dampak.

“Melalui CiCLO, kita ingin mengubah pola pembelajaran ASN agar tidak sekadar mengikuti pelatihan, tetapi mampu menghasilkan solusi atas persoalan yang ada. Prinsipnya, dari masalah menjadi dampak atau from problem to impact,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, CiCLO mengangkat dua persoalan strategis sebagai fokus pembelajaran bersama. Pertama, manajemen konflik dan sosialisasi di tingkat desa untuk mendukung implementasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Kedua, penguatan strategi pemasaran digital dan kemitraan pasar untuk mendukung ketahanan pangan. Kedua isu tersebut menjadi bahan pembelajaran yang mengambil lokasi di Desa Bendasari, Kecamatan Sadananya.

Kegiatan ini melibatkan pemerintah desa, pengelola KDKMP, pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), perangkat daerah terkait, serta akademisi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dan Fakultas Pertanian Universitas Galuh.

Pada isu KDKMP, peserta diarahkan untuk mengidentifikasi potensi konflik, memahami perbedaan kepentingan, serta memperkuat komunikasi dan musyawarah. Langkah tersebut dinilai penting agar pelaksanaan koperasi mendapat dukungan masyarakat dan berjalan sesuai kebutuhan desa.

Sementara itu, pembelajaran di sektor ketahanan pangan difokuskan pada pemanfaatan pemasaran digital, peningkatan kualitas produk, kesinambungan pasokan, serta perluasan jaringan kemitraan pasar. Strategi tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing produk lokal sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Dr. H. Andang Firman Triyadi, MT., yang hadir memberikan arahan, menegaskan bahwa kompleksitas persoalan pemerintahan saat ini menuntut kerja sama lintas sektor. Penyelesaian masalah tidak bisa hanya mengandalkan satu perangkat daerah.

“Dibutuhkan kolaborasi, kesamaan pemahaman, serta keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan. Setiap perangkat daerah harus mampu bersinergi sesuai tugas dan kewenangannya,” tegas Andang.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pelatihan ASN tidak cukup diukur dari jumlah peserta maupun terlaksananya kegiatan. Ukuran utama keberhasilan adalah peningkatan kompetensi, penguatan koordinasi, serta kemampuan menerapkan hasil pembelajaran untuk menyelesaikan persoalan nyata.

Karena itu, hasil diskusi harus ditindaklanjuti dengan rekomendasi dan rencana aksi yang jelas, terukur, serta memiliki pembagian tanggung jawab yang tegas di antara pihak-pihak terkait.

Melalui CiCLO, BKPSDM Ciamis menargetkan terbentuknya ekosistem pembelajaran ASN yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Pengembangan kompetensi aparatur diharapkan tidak berhenti sebagai agenda peningkatan sumber daya manusia, tetapi menjadi instrumen untuk mempercepat penyelesaian persoalan pembangunan daerah.

Sinergi pemerintah daerah, pemerintah desa, koperasi, BUMDes, dan kalangan akademisi menjadi kunci agar pembelajaran yang dilakukan tidak berhenti pada ruang diskusi, melainkan menghasilkan perubahan dan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Ciamis. ( Dods ).